Dolar Sedang Tertekan, Rupiah Berpeluang Menguat Lagi

  • 04 Jun 2024 09:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Rupiah berpeluang kembali menguat dalam perdagangan hari ini, karena dolar AS mengalami tekanan. Rupiah menguat 0,14 persen (22 poin) ke posisi Rp16.230 per dolar AS, pada penutupan perdagangan Senin pekan ini.

"Indeks dolar AS terlihat mengalami tekanan turun. Pagi ini sudah di kisaran 104,05, padahal pagi kemarin masih di kisaran 104,50," kata Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra, dalam analisisnya, Selasa (4/6/2024).

Baca juga: Rupiah Ditutup Naik pada Rp16.230 per Dolar AS

Ariston menilai, tekanan terhadap dolar imbas dari data indikator inflasi Amerika Serikat, Indeks Harga Belanja Personal Inti. Indeks tersebut menunjukkan penurunan, sehingga memberikan harapan lagi pada pelaku pasar akan pemangkasan suku bunga acuan AS.

"Selain itu, data PMI manufaktur AS bulan Mei, yang dirilis semalam juga menunjukkan penurunan. Data Purchasing Managers Indeks (PMI) yang menurun menambah ekspektasi pasar soal pemangkasan suku bunga acuan AS," ucapnya.

Dari dalam negeri, data inflasi bulan Mei 2024 menunjukkan penurunan, dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini juga memberikan sentimen positif ke rupiah.

Namun, Ariston melihat masih ada sejumlah faktor yang masih rentan berubah. Perubahan yang dapat mempengaruhi ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga.

Pekan ini ada data penting Amerika Serikat yang ditunggu pelaku pasar global, yaitu data tenaga kerja AS. Data ini akan memberikan ekspektasi baru bagi pelaku pasar soal peluang pemangkasan.

"Kalau data menunjukkan angka yang membaik, ekspektasi akan berbalik, dolar bisa menguat lagi. Jadi pelaku pasar masih akan berhati-hati menyikapi pelemahan dolar saat ini," ujar Ariston.

Ariston memperkirakan potensi penguatan rupiah hari ini ke arah Rp16.180. Sedangkan potensi resisten di kisaran Rp16.250 per dolar AS.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....