Rupiah dan IHSG Lanjutkan Penguatan pada Penutupan Perdagangan

  • 30 Jan 2024 16:53 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Penguatan rupiah terus berlanjut pada penutupan perdagangan Selasa (30/1/2024) sore. Bloomberg melaporkan rupiah menguat 30 poin atau 0,19 persen pada posisi Rp15.780 per dolar AS.

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelaku pasar mengurangi ekspektasi bank sentral AS menurunkan suku bunga Maret mendatang. "Hasil survei Fedwatch Tool menunjukkan penurunan ekspektasi dari 89 persen pada bulan lalu menjadi 48 persen," ujarnya.

Baca Juga : Rupiah dan IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan Hari Ini

Bank Sentral AS, The Fed, diperkirakan mempertahankan suku bunga pada Federal Open Market Committee (FOMC) pekan ini. Sementara Departemen Keuangan AS mengisyaratkan pinjaman baru sebesar USD760 miliar pada kuartal pertama 2024.

"Pinjaman tersebut lebih rendah USD55 miliar dari perkiraan Oktober," ujar Ibrahim. Selain itu, investor juga mewaspadai peningkatan risiko geopolitik setelah insiden tewasnya tiga anggota militer AS di Yordania.

Dari dalam negeri, pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkuat rasa optimistis terhadap prospek pertumbuhan ekonomi. Saat menyampaikan hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Menkeu meyakini perekonomian Indonesia tumbuh 5 persen pada 2023.

"Ekonomi tetap bertahan dengan baik meski dalam suasana global yang tidak pasti dan cenderung melambat," ujar Ibrahim. Menurut dia, permintaan domestik menjadi penopang utama sebagai substitusi pelemahan eksternal.

Sementara itu, RTI Business melaporkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 35,04 poin atau 0,49 persen pada level 7.192,21. Pada perdagangan Selasa (30/1/2024), harga 253 saham mengalami kenaikan, sedangkan 276 saham turun dan 239 saham stagnan.

Volume saham yang ditransaksikan sebanyak 20,83 miliar lembar dengan total nilai transaksi Rp10,18 triliun. Sedangkan nilai kapitalisasi pasar pada Selasa (30/1/2024) tercatat sebesar Rp11.440,97 triliun.

Lima saham teraktif yang diperdagangkan berdasarkan data Bursa Efek Indonesia berkode ASII, BMRI, BBRI, BBCA dan GOTO. Saham-saham sektor teknologi, konsumsi nonprimer, dan kesehatan, menjadi penopang naiknya IHSG.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....