Rupiah Menguat 15 Poin terhadap Dolar AS

  • 29 Jan 2024 16:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Senin (29/1/2024) menguat terhadap dolar AS sebesar 15 poin atau 0,09 persen. Sehingga posisi rupiah kini mencapai Rp15.810 per dolar AS dibandingkan akhir pekan lalu Rp15.833 per dolar AS.

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelaku pasar tengah menunggu serangkaian data ekonomi penting AS per Januari 2024. Selain itu juga pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Bank Sentral AS, serta pengumuman pengembalian dana Departemen Keuangan.

Menurut Ibrahim, laporan terakhir akan menguraikan persyaratan pinjaman pemerintah AS untuk kuartal mendatang. "Laporan itu akan memberikan gambaran setelah AS merilis sejumlah data ekonominya," ujarnya.

Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) pada Desember 2023 tercatat meningkat 0,2 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan tingkat inflasi tahunan berada di bawah 3 persen selama tiga bulan berturut-turut.

Ibrahim menambahkan pasar berjangka suku bunga AS bakal memperhitungkan peluang pelonggaran sekitar 47 persen pada Maret 2024. Perhitungan tersebut turun dari probabilitas 52 persen pada pekan lalu dan 80 persen pada dua minggu lalu.

"Pasar sepenuhnya memperkirakan penurunan suku bunga pertama yang akan terjadi pada Mei 2024 dengan probabilitas sekitar 90 persen," ujarnya. Ekspektasi tersebut sedikit turun dari angka pekan lalu sebesar 94 persen.

Dari dalam negeri, Ibrahim menilai masih ada rasa optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi 2023 berada di atas 5 persen. Demikian pula pada tahun ini, di mana perekonomian Indonesia bakal jauh dari resesi di tengah memanasnya kondisi geopolitik.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Senin (29/1/2024) naik 20,08 poin (0,28 persen) menjadi 7.157,17. Harga 284 saham mengalami penurunan, sedangkan 216 saham naik, dan 264 saham stagnan.

Total nilai transaksi sebesar Rp9,45 triliun dengan volume saham yang ditransaksikan sebanyak 18,7 miliar lembar. Sedangkan kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp11.403,72 triliun.

Saham-saham yang paling aktif diperdagangkan adalah yang berkode BBRI, BMRI, ASII, BBCA dan GOTO. Sementara saham-saham sektor bahan baku, barang konsumsi nonprimer, dan energi, menjadi penopang utama kenaikan IHSG.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....