APBN 2024 untuk Transformasi Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat
- 30 Agt 2023 21:33 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Pemerintah dan DPR mulai membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024. Seperti disampaikan pemerintah dalam pidato kenegaraan pada 16 Agustus 2023 silam, APBN 2024 masih akan diarahkan untuk mendorong transformasi ekonomi.
“Transformasi ekonomi untuk merespon kondisi perekonomian global yang masih penuh tantangan di tahun 2024. Selain itu, untuk mendukung agenda pembangunan dan mencapai target jangka panjang untuk menjadi negara maju,” kata Kepala Pusat Kebijakan APBN Kementerian Keuangan Wahyu Utomo dalam Seminar ‘Keterbukaan Informasi Publik: Pokok-Pokok Kebijakan APBN 2024’ di Kementerian Keuangan, Rabu (30/8/2023).
Transformasi ekonomi dilakukan untuk mendorong perubahan perekonomian Indonesia. Yaitu perubahan dari perekonomian berbasis komoditas menjadi perekonomian yang berbasis produksi dan investasi.
Dengan perubahan itu, Indonesia ingin meningkatkan daya saing perekonomiannya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, RAPBN 2024 mengerucut pada tiga kelompok besar untuk mendukung transformasi ekonomi tersebut, yaitu sumber daya manusia, perlindungan sosial, dan infrastruktur.
“Aspek pembangunan sumber daya manusia, kita mengalokasikaan anggaran untuk pendidikan sebesar 660 triliun dan untuk kesehatan 186 triliun. Untuk perlindungan sosial sebesar 493,5 triliun dan untuk ketahanan pangan sebesar 108,8 triliun,” ujar Wahyu Utomo.
Pada seminar yang sama Ekonom yang juga Rektor Universitas Katolik Indonesia Atmajaya Agustinus Prastyantoko menilai RAPBN 2024 sudah mencerminkan arah yang tepat untuk mencapai tranformasi ekonomi dan target Indonesia menjadi negara maju. Namun masih harus lebih dipertegas, bagaimanan APBN dapat membangun basis produksi yang lebih kompleks.
“Ini menjadi perspektif baru dalam ekonomi, kalau dulu kan pokoknya semua ekspor digerakkan untuk ditingkatkan. Sekarang, harus lebih fokus pada produk-produk yang lebih sophisticated, yang lebih kompleks,” ucap Agustinus.
Untuk itu akan lebih mudah untuk menentukan sektor mana yang akan dikembangkan. Dengan kemampuan menghasilkan produk yang lebih kompleks, income akan naik seperti yang dicita-citakan dalam RAPBN 2024.
Adapun postur APBN 2024, pendapatan negara ditargetkan sebesar Rp2.782 triliun, belanja negara sebesar Rp3.304 triliun, dengan defisit anggaran Rp522, 8 tirliun. Sementara itu, target pertumbuhan ekonomi tahun 2024 sebesar 5,2 persen, dengan tingkat inflasi 2,8 persen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....