Pesan Tegas Menkeu Suahasil pada Dirjen Pajak dan Dirjen Bea Cukai

  • 21 Sep 2026 18:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menyampaikan pesan tegas pada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC)
  • Menkeu Suahasil menegaskan bahwa Kemenkeu membutuhkan Dirjen Pajak yang mampu membaca perekonomian Indonesia.
  • Pejabat DJBC harus mampu membaca pola pelanggaran, bukan hanya menindak setelah pelangaran terjadi

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menyampaikan pesan tegas pada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC). Dua institusi di bawah Kementerian Keuangan, yang saat ini sedang menjadi sorotan masyarakat.

Menkeu menyampaikan pesan tersebut, saat pelantikan 14 pejabat eselon II di lingkungan Kementerian Keuangan. Terkait DJP, Suahasil menegaskan bahwa Kemenkeu membutuhkan Dirjen Pajak yang mampu membaca perekonomian Indonesia.

“Dirjen Pajak juga harus memahami perilaku wajib pajak dan menerjemahkannya menjadi keputusan yang tepat,” kata Menkeu, Suahasil, Senin, 21 September 2026. Menurutnya, target penerimaan pajak sangat penting, tapi lebih penting lagi membangun sistem perpajakan yang kuat.

“Penting bagi kita membangun sistem perpajakan yang kredbel dan adil Selain itu, mampu menopang keuangan negara secara berkelanjutan,” ujar Suahasil.

Pesan tegas Suahasil juga ditujukan ke DJBC. Dia meminta para pejabat DJBC untuk mempertajam pengawasan berbasis risiko.

“Para pejabat DJBC harus mampu membaca pola, bukan hanya menindak setelah pelangaran terjadi. Jadi pengawasan harus dilakukan dari hulu, kegiatan ekonominya diperhatikan, kita kurangi kegiatan-kegiatan ilegal,” ujar Menke Suahasil.

Di sisi lain, DJP dan DJBC bukan hanya fungsi Kemenkeu dalam mengumupulkan penerimaan negara. Tapi juga memiliki fungsi melakukan pembinaan terhadap usaha atau bisnis masyarakat, utamanya yang berorientasi ekspor.

DJP dan DJBC mendapat sorotan masyarakat, menyusul kebijakan Menkeu sebelumnya merotasi ratusan pegawai di dua institusi tersebut. Karenanya Menkeu berharap pejabat di lingkungan DJP dan DJBC mengingat posisinya dalam penerimaan uang negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....