IHSG Diprakirakan Konsolidasi, Pasar Tunggu Hasil RDG Bank Indonesia
- 21 Sep 2026 08:37 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan akan konsolidasi dalam perdagangan di Bursa Edek Indonesia (BEI) hari ini
- Secara teknikal, IHSG diprakirakan konsolidasi di kisaran level 6.400-6.550, jika tembus level 6.400
- Investor sedang menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Rabu lusa. BI kemungkinan masih akan mempertahankan BI Rate
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan akan konsolidasi dalam perdagangan di Bursa Edek Indonesia (BEI) hari ini. Pada penutupan perdagangan akhir pekan kemarin, IHSG ditutup turun 0,33 persen ke level 6.441.
Turunnya IHSG di akhir pekan disertai aksi jual saham investor asing sebesar Rp1,78 triliun. Saham-saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BMRI, AMMN, TLKM dan DSSA.
"Hari ini, secara teknikal, IHSG diprakirakan konsolidasi di kisaran level 6.400-6.550, jika tembus level 6.400. Untuk itu IHSG akan menguji level 6.300-6.350," kata Analis Pasar Modal dari Tim Phintraco Sekuritas, Senin, 21 September 2026.
Tim Phintraco menyebutkan, investor sedang menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Rabu lusa. "BI kemungkinan masih akan mempertahankan BI Rate pada level 5,75 persen," ucap Tim Phintraco.
Selain itu, pasar juga menantikan rilis data pertumbuhan kredit yang diperkirakan tumbuh 15 persen secara tahunan pada Agustus 2026. Pertumbuhan kredit meningkat dibandingkan bulan Juli 2026 yang tercatat sebesar 13,58 persen.
Sementara itu, bursa saham di Amerika Serikat dan Asia ditutup beragam pada akhir pekan kemarin. Di AS, Indeks Dow Jones melemah akibat meningkatnya imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun lebih dari 5 bps ke level 5 persen.
"Imbal hasil US Treasury berbalik menguat karena ekspektasi kebijakan the Fed yang masih akan 'hawkish' (ketat) hingga tahun depan," ucap Tim Phintraco. Sementara itu, Bank of Japan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 1,25 persen, level tertinggi sejak April 1995.
Harga minyak menurun tetap masih di kisaran USD100 per barel. Harga minyak WTI misalnya, ditutup turun 1,6 persen di level USD100 per barel.
Sedangkan harga minyak Brent ditutup melemah 0,9 persen di level USD103 per barel. Masih tingginya harga minyak mentah di dunia, memicu kekhawatiran akan inflasi tinggi di seluruh dunia.
Harga emas di pasar spot berlanjut menguat 0,3 persen pada level USD4.352 per troy ons. Naiknya harga emas didorong oleh koreksi harga minyak, namun penguatan dolar AS membatasi kenaikan harga emas.
"Konflik di Timur Tengah berpotensi masih akan berpengaruh terhadap pergerakan indeks di bursa saham global. Terutama melalui harga minyak, ekspektasi inflasi dan kenaikan suku bunga," ujar Tim Phintraco.
Para investor, lanjutnya, akan mencermati komentar sejumlah pejabat the Fed mengenai prospek kebijakan moneter selanjutnya. Selain itu, perhatian pasar akan tertuju pada pertemuan Presiden Trump dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping di AS pada 23-25 September 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....