IHSG Turun 0,76 Persen ke Level 6.484,92 pada Penutupan Sesi Pertama Perdangan

  • 15 Sep 2026 12:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG turun 0,76 persen atau 49,77 poin ke level 6.484,92 pada penutupan sesi pertama perdagangan Selasa, 15 September 2026.
  • Indeks dibuka pada angka 6.544,77 dan mencapai level tertinggi di 6.549,6 sebelum akhirnya turun pada penutupan sesi pagi.

RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah saat jeda siang perdagangan Selasa, 15 September 2026. Hingga penutupan sesi pertama, IHSG turun 0,76 persen atau 49,77 poin ke level 6.484,92, setelah dibuka pada posisi 6.544,77.

Indeks sempat menyentuh level tertinggi di angka 6.549,6. Sedangkan untuk posisi terendah, IHSG berada di level 6.461,01.

Tim Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG cenderung sideways. Secara teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak pada rentang 6.400 hingga 6.600.

“IHSG bahkan sempat menyentuh level terendah di 6.371,” katanya. Sehingga secara teknikal IHSG diprakirakan bergerak sideways di kisaran 6.400-6.600.”

Selain faktor teknikal, pelaku pasar mencermati pelantikan Menteri Keuangan (Menkeu) baru, Suahasil Nazara, oleh Presiden Prabowo Subianto. Pasar berharap hal tersebut dapat menjaga kredibilitas dan disiplin fiskal pemerintah.

“Pergantian pos Menkeu diharapkan akan lebih menjaga kredibilitas dan disiplin fiskal,” ujar Tim Phintraco. “Sehingga defisit APBN tetap aman terjaga di bawah batas tiga persen.”

Tim Phintraco menilai pengalaman Suahasil sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) dapat mendukung proses transisi kebijakan fiskal. Pemahaman terhadap postur anggaran dinilai penting untuk memastikan pelaksanaan kebijakan berjalan lancar.

“Investor berharap kredibilitas dan konsistensi fiskal dari Menteri baru ini,” katanya. “Ini dapat mengembalikan kepercayaan investor domestik dan global terhadap ekonomi makro dan pasar keuangan Indonesia.”

Menurut Tim Phintraco, peningkatan kepercayaan investor dapat mendorong aliran modal asing masuk ke pasar domestik. Kondisi tersebut juga diharapkan mendukung penguatan rupiah, serta menjaga stabilitas imbal hasil Surat Berharga Negara dan IHSG.

“Bagi bursa, dampak pergantian Menkeu dalam jangka pendek diperkirakan cenderung fluktuatif,” ujarnya. “Sedangkan dalam jangka panjang, investor menantikan realisasi kebijakan yang diterapkan oleh Menkeu baru.”

Dari bursa Amerika Serikat (AS), indeks utama Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Senin 14 September 2026. Pelaku pasar juga masih mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed yang diperkirakan akan naik bulan ini.

Dengan kondisi tersebut, pergerakan IHSG diperkirakan masih berlangsung terbatas. Investor akan mencermati perkembangan kebijakan fiskal domestik serta sentimen dari pasar global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....