IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.533 pada Perdagangan Hari Ini
- 14 Sep 2026 10:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG dibuka melemah ke level 6.533,86 pada awal perdagangan Senin, 14 September 2026.
- Investor asing mencatat net sell Rp733 miliar pada perdagangan Jumat, 11 September 2026.
- BNI Sekuritas melihat peluang IHSG rebound di tengah penguatan Wall Street.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dibuka melemah pada perdagangan Senin, 14 September 2026. IHSG berada di level 6.533,86, turun sekitar 7,52 poin dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.
Pada perdagangan Jumat, IHSG ditutup turun 0,73 persen ke level 6.541,38. Pelemahan tersebut disertai aksi jual bersih investor asing sebesar Rp733 miliar.
Sejumlah saham yang paling banyak dijual investor asing antara lain BBCA, CUAN, CPIN, ADRO, dan BBNI. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian pelaku pasar pada awal perdagangan pekan ini.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman sebelumnya memprakirakan IHSG berpeluang berbalik menguat. Proyeksi tersebut seiring penguatan bursa saham Amerika Serikat pada akhir pekan lalu.
“IHSG berpotensi rebound pada perdagangan hari ini. Hal ini seiring dengan penguatan bursa saham Amerika Serikat,” kata Fanny Suherman, Senin, 14 September 2026.
Di pasar Amerika Serikat, sejumlah indeks utama Wall Street ditutup menguat pada akhir pekan. Indeks S&P 500 naik 0,86 persen, Nasdaq menguat 0,96 persen, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,98 persen.
“Penguatan indeks saham mengikuti turunnya harga minyak dan data harga konsumen yang solid,” ujar Fanny. Menurutnya, data harga konsumen tersebut turut memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed.
Data inflasi terbaru menunjukkan harga konsumen Amerika Serikat meningkat lebih cepat pada bulan lalu. Kenaikan tersebut terjadi seiring kembali naiknya harga bensin setelah sempat turun selama dua bulan berturut-turut.
Tekanan inflasi tersebut membuat pasar memperkirakan The Fed akan memperketat kebijakan moneternya. Namun, harga minyak tetap menjadi perhatian karena masih mencatat kenaikan sekitar sembilan persen dalam sepekan.
“Harga minyak mentah Brent turun hampir tiga persen. Namun tetap berada di atas USD104 per barel,” ujar Fanny.
Sementara itu, bursa utama Asia-Pasifik ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan lalu. Bursa Korea Selatan dan Jepang menjadi pasar yang memimpin penurunan di kawasan tersebut.
Indeks Kospi Korea Selatan anjlok 1,9 persen, sedangkan Nikkei 225 Jepang merosot 1,8 persen. Hang Seng Hong Kong turun 0,6 persen dan S&P/ASX 200 Australia melemah 0,9 persen.
Indeks saham Taiwan juga turun 1,6 persen, sementara CSI 300 Tiongkok melemah 0,8 persen. Pelemahan bursa Asia tersebut terjadi setelah pasar saham Amerika Serikat sebelumnya tertekan oleh lonjakan harga minyak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....