IHSG Melemah 0,14 Persen pada Jeda Siang

  • 10 Sep 2026 13:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG turun 0,14 persen atau 9,68 poin ke level 6.668,52 pada penutupan sesi pertama perdagangan Kamis, 10 September 2026.
  • Indeks mencapai level tertinggi 6.712,5 dan level terendah 6.655,41 selama sesi perdagangan pagi hari.
  • Pergerakan menunjukkan IHSG berada dalam tekanan setelah sempat menguat di awal perdagangan dengan penurunan dari pembukaan 6.688,17.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah saat jeda siang perdagangan Kamis, 10 September 2026. Hingga penutupan sesi pertama, IHSG turun 0,14 persen atau 9,68 poin ke level 6.668,52, setelah dibuka pada angka 6.688,17.

Indeks sempat menyentuh level tertinggi di angka 6.712,5, sedangkan level terendah berada pada posisi 6.655,41. Pergerakan tersebut menunjukkan IHSG berada dalam tekanan setelah sempat menguat pada awal perdagangan hari ini.

Tekanan pasar turut dipengaruhi kenaikan harga minyak mentah global akibat meningkatnya ketegangan geopolitik Amerika Serikat dan Iran. Harga minyak mentah Brent bahkan menembus level 100 dolar AS per barel di tengah eskalasi tersebut.

Tim Analis Phintraco Sekuritas menyebut pergerakan IHSG diperkirakan cenderung terbatas pada perdagangan hari ini. “Secara teknikal, IHSG hari ini diprakirakan bergerak sideways pada kisaran 6.600-6.700,” kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Kamis, 10 September 2026.

Phintraco Sekuritas juga mencatat kenaikan harga minyak mentah menjadi salah satu sentimen negatif bagi pergerakan pasar saham. Kenaikan tersebut terjadi ketika investor mencermati eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Dari dalam negeri, sentimen positif berasal dari peningkatan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia pada Agustus 2026. Indeks tersebut meningkat menjadi 118,5 pada Agustus dari posisi 116,8 pada Juli.

Kenaikan itu menjadi yang pertama dalam empat bulan terakhir, didukung membaiknya penilaian konsumen terhadap kondisi ekonomi. Ekspektasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi ke depan juga turut mengalami peningkatan pada periode tersebut.

Sementara itu data penjualan ritel Indonesia diperkirakan turun 3,3 persen secara tahunan di bulan Juli 2026. Penurunannya makin dalam dibandingkan bulan Juni yang turun 3 persen.

Di sektor otomotif, penjualan mobil nasional mencatat pertumbuhan 32,4 persen secara tahunan pada Agustus 2026. Penjualan tersebut mencapai 81.756 unit dan menjadi capaian tertinggi dalam enam bulan terakhir.

Sementara itu, penjualan sepeda motor tumbuh 3,18 persen secara tahunan menjadi 596.461 unit pada Agustus 2026. Pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan capaian Juli yang masih mencatat pertumbuhan sebesar 8,3 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....