IHSG Diprakirakan Masih Melemah Hari Ini Dipengaruhi Sentimen Domestik

  • 08 Sep 2026 08:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprakirakan masih akan melemah hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan bergerak sideways
  • Cadangan devisa pada Agustus ini mencapai level tertinggi sejak Maret 2026
  • Pasar juga mencermati dinamika penyusunan anggaran pendapatan dan belanja negara untuk tahun 2027

RRI.CO.ID, Jakarta - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprakirakan masih akan melemah hari ini, Selasa 8 September 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan bergerak sideways, tidak naik dan turun secara tajam.

"Prakiraannya IHSG akan bergerak sideways cenderung melemah. IHSG akan menguji level 6.550-6.600 pada perdagangan hari ini," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Selasa, 8 September 2026.

Pada Senin kemarin, IHSG ditutup turun 0,25 persen di level 6.619. Penurunan IHSG disertai net sell (jual bersih) saham oleh investor asing sebesar Rp590,18 miliar.

Saham-saham yang paling banyak dijual asing Senin kemarin adalah TPIA, CUAN, ISAT, KLBF dan BMRI. Namun Tim Phintraco mencatat kenaikan di saham-saham sektor kesehatan yang naik 0,82 persen.

"Penopangnya adalah imbauan untuk memakai masker akibat paparan abu vulkanik dari erupsi Anak Krakatau. Adanya himbauan ini menjadi faktor positif bagi saham sektor kesehatan," ujar Tim Phintraco.

Cadangan devisa Indonesia membukukan kenaikan juga menjadi perhatian pasar. Cadangan devisa pada Agustus 2026 tercatat sebesar USD146,5 miliar, meningkat dibandingkan bulan Juli sebesar USD145,3 miliar.

Menurut Tim Phintraco, cadangan devisa pada Agustus ini merupakan level tertinggi sejak Maret 2026. Kenaikannya ditopang oleh peningkatan penerimaan pajak dan jasa, serta penarikan utang luar negeri pemerintah.

"Posisi cadangan devisa dapat mengimbangi pembayaran utang luar negeri dan intervensi BI untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah," ucap Tim Phintraco.

Pasar juga mencermati dinamika penyusunan anggaran pendapatan dan belanja negara untuk tahun 2027. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, permintaan tambahan anggaran dari kementerian/lembaga untuk tahun 2027 mencapai Rp 1,000 triliun.

Namun, pemerintah tidak dapat memenuhi seluruh permintaan tersebut karena ruang fiskal yang terbatas. Sehingga dalam rapat dengan Banggar DPR Senin kemarin disepakati tambahan belanja K/L hanya Rp9,1 triliun.

"Pemerintah perlu melakukan efisiensi anggaran. Sehingga defisit anggaran tidak melebihi yang sudah ditetapkan," ujar Tim Phintraco.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....