IHSG Naik 116,06 Poin pada Sesi II Perdagangan 27 Agustus 2026

  • 27 Agt 2026 16:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG naik 1,81 persen atau 116,06 poin ke level 6.521,75 pada penutupan perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukan penguatan pada penutupan sesi perdagangan Kamis 27 Agustus 2026. IHSG ditutup pada posisi 6.521,75 atau naik 116,06 poin (1,81 persen) setelah dibuka di level 6.390,35.

Pergerakan IHSG didominasi 553 saham naik, 96 saham turun, dan 138 saham stagnan. Sementara aktivitas perdagangan tercatat dengan nilai transaksi sebesar Rp13,2 triliun.

Volume saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 34,4 miliar lembar. Sedangkan frekuensi perdagangan mencapai lebih dari 1,96 juta kali transaksi.

Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menilai penguatan IHSG dipengaruhi respons pasar terhadap pengumuman calon Gubernur Bank Indonesia (BI). Kepastian figur tersebut dinilai memberikan kepastian terhadap kesinambungan kebijakan moneter nasional.

“Pasar tampaknya merespons pengumuman hasil uji kepatutan dan kelayakan calon Gubernur BI," katanya. Rencananya, Komisi XI DPR akan mengumumkannya pada Kamis 27 Agustus 2026 sore.

Menurut Tim Pilarmas, kepastian pimpinan BI berkaitan dengan kesinambungan kebijakan moneter dan stabilitas makroekonomi nasional. Aspek tersebut mencakup mitigasi risiko, nilai tukar, serta efektivitas kebijakan makroprudensial dalam menjaga stabilitas.

Di sisi lain, pelaku pasar domestik juga turut mencermati aksi penyampaian pendapat yang berlangsung di sejumlah wilayah Jakarta. Kegiatan tersebut dilatarbelakangi tuntutan dan desakan kepada parlemen untuk mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.

Tim Pilarmas menyebutkan pasar berharap aksi penyampaian pendapat tersebut berlangsung damai dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi nasional. Kondisi tersebut dinilai menjadi pertimbangan penting dalam menjaga stabilitas perekonomian sekaligus menopang kepercayaan investor.

Selain sentimen domestik, Tim Pilarmas juga menilai sentimen global masih menjadi perhatian pelaku pasar kawasan Asia. Perkembangan geopolitik Timur Tengah dinilai turut memengaruhi harga minyak dan persepsi risiko inflasi jangka pendek.

Kesepakatan Iran dan Oman mengenai alokasi bagian masing-masing dari perairan Selat Hormuz turut menjadi perhatian pasar. Perkembangan tersebut mendorong harga minyak turun di tengah tanda-tanda kemajuan diplomatik di kawasan Timur Tengah.

Namun demikian, Iran memperingatkan kesepakatan tersebut belum cukup untuk membuka kembali jalur vital tersebut. Sikap Teheran tersebut kembali menimbulkan ketidakpastian mengenai kapan aliran energi dapat kembali normal.

Selanjutnya pelaku pasar juga menantikan pidato Ketua The Fed, Kevin Warsh, pada simposium tahunan Jackson Hole. Meski belum tentu memberikan indikasi jelas mengenai kebijakan bank sentral pada September 2026, agenda tersebut tetap menjadi perhatian.

Di kawasan Asia, pasar turut mempertimbangkan perlambatan pertumbuhan laba industri Tiongkok sepanjang tujuh bulan pertama 2026. Pada periode tersebut laba industri Tiongkok tumbuh 17,6 persen, turun dibandingkan 18,7 persen pada Januari-Juni 2026

Menurut Tim Pilarmas, ini mencerminkan tekanan profitabilitas perusahaan akibat lemahnya permintaan domestik Tiongkok. Pelaku pasar juga mencermati pertemuan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional Tiongkok di Beijing yang berakhir pada 28 Agustus 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....