Penurunan IHSG Diprakirakan Berlanjut, Pasar Cermati Risiko Domestik

  • 27 Agt 2026 06:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan akan bergerak melemah dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini
  • Pelaku pasar bersikap hati-hati terhadap risiko domestik
  • BI mengatakan akan dengan memanfaatkan teknologi dalam pengawasan lalu lintas devisa

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan akan bergerak melemah dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini. Melanjutkan pelemahan IHSG Rabu kemarin, yang ditutup turun 1,48 persen ke level 6.405,69.

Sentimen pasar dibebani oleh pelemahan rupiah sebesar 0,15 persen ke Rp17.731 per dolar AS. Seiring meningkatnya kehati-hatian investor terhadap risiko domestik.

"Secara teknikal, koreksi membawa IHSG kembali menguji area support psikologis 6. Dengan demikian, IHSG diprakirakan akan bergerak pada kisaran 6.350-6.450 pada perdagangan hari ini," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Kamis, 27 Agustus 2026.

Tim Analis Phintraco mencermati pernyataan Bank Indonesia (BI) terkait penguatan pengawasan lalu lintas devisa. BI mengatakan akan dengan memanfaatkan teknologi dalam pengawasan tersebut.

Langkah itu dilakukan di tengah semakin kompleksnya transaksi lintas negara dan potensi praktik under-invoicing dalam kegiatan ekspor. "Penguatan pengawasan lalu lintas devisa ini diperlukan untuk mengoptimalkan pengelolaan data serta menjaga kedaulatan ekonomi nasional," ucap Tim Phintraco mengutip pernyataan BI.

Untuk memperkuat pengawasan, lanjutnya, BI akan meningkatkan sinergi dan koordinasi implementasi kebijakan lalu lintas devisa. Khususnya dengan Kementerian/Lembaga dan pemangku kepentingan lainnya.

Sementara itu, Pemerintah memproyeksikan anggaran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah pada tahun 2027 mencapai Rp15,37 triliun. Anggaran itu akan digunakan untuk membiayai 966.623 mahasiswa penerima bantuan.

KIP kuliah merupakan bagian dari stimulus ekonomi yang diberikan pemerintah melalui sektor pendidikan. Anggaran KIP kuliah tahun 2027, meningkat dibandingkan anggaran tahun 2026 yang sebesar Rp15,3 triliun.

"Stimulus tersebut diharapkan akan membantu mendorong daya beli masyarakat. Selain memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga miskin dan rentan miskin.

Pada perdagangan Rabu kemarin, masih diwarnai aksi jual saham oleh investor asing, dengan net sell Rp201,10 triliun. Saham-saham yang paling banyak dijual asing adalah TPIA, ISAT, AMMN, BBNI dan ITMG.

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat ditutup turun pada Rabu kemarin dipengaruhi data inflasi dari pengeluaran konsumsi pribadi. Secara tahunan data Personal Consumption Expenditure (PCE) bulan Juli sebesar 3,7 persen, lebih tinggi dari perkiraan 3,6 persen.

Ekonomi AS tumbuh 1,5 persen pada triwulan II 2026, sesuai estimasi. Pertumbuhannya melambat dari 2,1 persen pada triwulan I 2026.

Sedangkan bursa saham di Asia menguat pada penutupan perdagangan Rabu kemarin. Penguatan ditopang oleh turunnya harga minyak, seiring harapan dibukanya kembali Selat Hormuz.

Harga minyak Brent pada Rabu kemarin tercatat turun tipis ke USD87 per barel. Menurunnya harga minyak kemungkinan akan mendongkrak kembali harga emas dan menurunkan tekanan the Fed untuk menaikkan suku bunga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....