IHSG Dibuka Naik 0,95 Persen, Investor Cermati Geopolitik Timur Tengah

  • 18 Agt 2026 09:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG dibuka menguat pada posisi 6.462,58 dengan pencapaian kenaikan 60 poin atau 0,95 persen di sesi perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026.
  • Pergerakan pasar saham diperkirakan akan terus bergerak di zona positif melanjutkan penguatan dari akhir pekan sebelumnya.
  • Meskipun pasar menunjukkan sinyal positif, masih terdapat aliran keluar modal asing yang terus mempengaruhi dinamika perdagangan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat di pembukaan sesi perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026. Pergerakan terlihat setelah IHSG dibuka pada posisi 6.462,58 atau naik 60 poin (0,95 persen).

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini diperkirakan akan bergerak di zona positif. IHSG berpeluang menguat, melanjutkan penguatan pada akhir pekan kemarin meski masih terjadi aliran keluar modal asing.

Pada Jumat,14 Agustus 2026, IHSG ditutup naik signifikan 1,59 persen ke level 6.401,89. Penguatan IHSG disertai net sell (jual bersih) saham oleh investor asing sebesar Rp397 miliar.

"Hari ini, IHSG berpeluang menguat dan akan menguji level 6.450-6.480," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Selasa, 18 Agustus 2026. Namun pelaku pasar akan mewaspadai ketegangan geopolitik seiring berakhirnya kesepakatan gencatan senjata AS-Iran pada 17 Agustus 2026.

Iran, kata Tim Phintraco, sudah menegaskan tidak akan membuka peluang negosiasi baru dengan AS. Begitu pula dengan AS, menyatakan tidak akan melanjutkan gencatan senjata dengan Iran.

Presiden Trump malah mengancam akan melakukan serangan ke negara Oman. Ancaman yang membuat sentimen pasar kembali waspada akan dampak eskalasi serangan AS ke Timur Tengah.

Harga minyak mentah ditutup menguat lebih dari 2,5 persen pada Senin kemarin. Harga emas juga menguat 0,9 persen karena pelemahan dolar AS dan meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga Fed.

"Namun para investor terus memantau ketegangan geopolitik di Timur Tengah," ucap Tim Phintraco. Sementara itu di dalam negara, pasar masih dipengaruhi sentimen positif setelah penyampaian pidato kenegaraan dan nota keuangan RAPBN 2027.

Presiden Prabowo dalam pidatonya akhir pekan kemarin menjabarkan pencapaian yang telah diraih selama pemerintahannya. Investasi mencapai Rp1,010 triliun pada semester I 2026 dengan penciptaan lebih dari 1,4 juta pekerjaan.

Pertumbuhan ekonomi semester I 2027 mencapai 5,45 persen secara tahunan, dan ditargetkan tumbuh 6 persen pada akhir tahun ini. "Hal ini berpotensi menjadi faktor positif," ucap Tim Phintraco.

Menurutnya, investasi harusnya mendorong terjadinya multiplier effect terhadap konsumsi dan kredit. Sektor-sektor yang sektor mendapat dampak positif adalah perbankan, konsumsi, industri dan konstruksi.

Presiden juga menyebutkan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada beras, jagung, dan gula. Hal ini, kata Tim Phintraco, menjadi sentimen positif bagi sektor poultry, perkebunan, pupuk dan pengolahan makanan.

Disebutkan pula oleh Presiden Prabowo, Indonesia tidak lagi mengimpor solar sejak 1 Juli 2026 karena didukung oleh biodiesel B50. Sehingga diprakirakan menghemat devisa Rp170 triliun pertahun dan mendorong kenaikan permintaan akan CPO di pasar domestik.

Presiden juga menyatakan jumlah BUMN ditargetkan maksimal 300 pada akhir 2026. Sebanyak lebih dari 750 entitas BUMN akan ditutup karena dinilai tidak produktif.

Restrukturisasi ini diestimasikan menghasilkan penghematan overhead sekitar Rp50 triliun per tahun. Dananya akan dialihkan kepada investasi, industrialisasi, pelayanan, serta kepentingan rakyat.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Selain itu, dividen tahun buku 2026 dari BUMN diproyeksikan Rp200 triliun tanpa tambahan PMN. Selanjutnya, kata Tim Phintraco, pasar menantikan kebijakan suku bunga oleh Bank Indonesia yang akan diumumkan pekan ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....