IHSG Berpeluang Naik Lagi setelah Pengumuman MSCI

  • 13 Agt 2026 07:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprakirakan akan bergerak naik setelah pengumuman MSCI
  • Analis Pasar Modal dari BNI Sekuritas mengatakan, IHSG hari ini berpotensi melanjutkan penguatan asalkan tetap berada di atas level 6.300
  • Selanjutnya pelaku pasar di dalam negeri akan mencermati Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto Jumat, 14 Agustus 2026

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprakirakan akan bergerak naik setelah pengumuman MSCI. Pada penutupan perdagangan Rabu kemarin, IHSG ditutup naik signifikan 1,69 persen ke level 6.373,85.

Penguatan IHSG kemarin disertai aksi beli oleh investor asing dengan net buy (beli bersih) sebesar Rp483 miliar. BNI Sekuritas mencatat saham yang paling banyak dibeli asing adalah PTRO, BREN, CUAN, BRPT, dan BBCA.

"Setelah pengumuman MSCI bahwa Indonesia tetap di emerging market, IHSG hari ini berpotensi melanjutkan penguatan," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Kamis, 13 Agustus 2026. Menurutnya, IHSG bisa lanjut menguat asalkan tetap berada di atas level 6.300.

Fanny memprakirakan di support IHSG akan bergerak di rentang 6.300-6.320. Sedangkan level resistansi akan bergerak di rentang 6.400-6.450.

Selanjutnya, pelaku pasar di dalam negeri akan mencermati Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto Jumat, 14 Agustus 2026. Kepala Negara akan menyampaikan RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan dalam pidatonya.

"Penyampaian tersebut merupakan kesempatan bagi Pemerintah untuk menjabarkan arah kebijakan fiskal dan anggaran tahun depan. Investor mengharapkan pos-pos anggaran dapat dialokasikan secara efektif dan efisien serta mengurangi anggaran untuk kebijakan populis," ujar Tim Analis dari Phintraco Sekuritas.

Tim Phintraco menilai pentingnya pemerintah mengurangi anggaran untuk kebijakan populis. "Agar APBN dapat memenuhi target defisit RAPBN 2027 yang dipatok sekitar 1,8-2,4 persen dari PDB," ujar Tim Phintraco menutup analisisnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....