IHSG Ditutup Menguat pada Sesi I ke Level 6.388,48

  • 07 Agt 2026 12:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG menguat 0,71 persen atau 44,77 poin ke level 6.388,48 pada penutupan sesi pertama perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026
  • Penguatan terjadi di tengah pergerakan bursa Asia yang beragam serta sentimen global dari Timur Tengah dan Amerika Serikat
  • Dari dalam negeri, pasar menunggu pengumuman gubernur definitif Bank Indonesia yang dinilai menjadi katalis penting bagi pasar keuangan

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat saat jeda siang perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026. Hingga penutupan sesi pertama, IHSG naik 0,71 persen atau 44,77 poin ke level 6.388,48, setelah dibuka pada angka 6.352,38.

Indeks sempat menyentuh level tertinggi di angka 6.408,08. Sedangkan, untuk angka terendah berada di level 6.347,43.

Tim Pilarmas Investindo Sekuritas menilai penguatan IHSG terjadi di tengah pergerakan bursa saham Asia yang cenderung beragam menjelang akhir pekan. Menurutnya, pelaku pasar masih mencermati sentimen global dan domestik yang memengaruhi arah perdagangan.

"Bursa regional Asia cenderung bergerak beragam jelang akhir pekan ini yang terbebani kondisi terakhir di Timur Tengah dan penantian rilis data pekerja Amerika Serikat (AS). Ketegangan yang kembali meningkat di Timur Tengah menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi," kata Tim Pilarmas dalam keterangan tertulis, Jumat, 7 Agustus 2026.

Pilarmas menjelaskan harga minyak dunia naik menyusul laporan serangan Iran di Selat Hormuz. Kondisi tersebut memicu keraguan pelaku pasar terhadap kepastian pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut.

Selain itu, pelaku pasar juga menantikan rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat sebagai indikator kebijakan moneter Federal Reserve. Pasar memperkirakan bank sentral Amerika Serikat masih berpeluang menaikkan suku bunga acuannya pada September mendatang.

Sementara itu, dari dalam negeri, cadangan devisa Indonesia pada Juli 2026 tercatat sebesar 145,3 miliar dolar AS. Posisi tersebut dinilai tetap mampu menjaga ketahanan sektor eksternal serta stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Pelaku pasar juga menantikan pengumuman gubernur definitif Bank Indonesia (BI) yang direncanakan pemerintah pada pekan ini. Penetapan sosok tersebut dinilai menjadi salah satu katalis penting bagi pergerakan pasar keuangan domestik.

"Penunjukan figur yang memiliki kredibilitas tinggi dan dinilai mampu menjaga independensi BI berpotensi meningkatkan kepercayaan pasar. Sementara ketidakpastian yang berkepanjangan dapat mendorong sikap wait and see dari pelaku pasar,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....