Sentimen Pasar Membaik, IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.379
- 06 Agt 2026 10:08 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG dibuka menguat ke level 6.379,91, didukung membaiknya sentimen pasar dan proyeksi penguatan lanjutan.
- Phintraco Sekuritas menilai penguatan ditopang indikator ekonomi domestik, meredanya ketegangan Timur Tengah, dan optimisme terhadap kinerja emiten.
- Meski ekonomi melambat, penurunan pengangguran dan kemiskinan serta penundaan pajak marketplace menjadi sentimen positif bagi pasar.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis, 6 Agustus 2026. Pada awal sesi pertama, IHSG berada pada level 6.379,91 atau naik 28,77 poin (0,45 persen).
Sebelumnya, Tim Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan kenaikan pada perdagangan hari ini. Pada perdagangan Rabu, 5 Agustus 2026, IHSG ditutup menguat 0,50 persen ke level 6.351.
Menurut Tim Phintraco, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dengan menguji level 6.370-6.400. Sentimen positif pasar didorong membaiknya indikator ekonomi domestik, meredanya ketegangan Timur Tengah, dan optimisme terhadap emiten.
"Beberapa data indikator ekonomi domestik yang membaik, dan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sementara, itu investor optimis akan kinerja emiten, menjadi beberapa faktor yang mendorong penguatan indeks," ujar Tim Phintraco.
Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 melambat menjadi 5,29 persen secara tahunan, angkanya masih melampaui ekspektasi pasar. Pertumbuhan tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebesar 5,1 persen.
Tim Phintraco menilai perlambatan dipengaruhi konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah yang tumbuh lebih lambat dibandingkan triwulan sebelumnya. Meski demikian, sejumlah indikator lain masih menunjukkan perbaikan kondisi ekonomi domestik.
Tingkat Pengangguran Terbuka pada Mei 2026 turun menjadi 4,65 persen dari 4,68 persen pada Februari. "Penurunan tersebut membuat tingkat pengangguran di Indonesia pada level terendah sejak tahun 1994," ucap Tim Phintraco.
Tingkat kemiskinan juga menurun menjadi 8,07 persen pada Maret 2026, terendah sejak 1999. Jumlah penduduk miskin tercatat 22,93 juta orang atau berkurang sekitar 430 ribu dibandingkan September 2025.
Selain itu, pemerintah memutuskan menunda implementasi pemungutan pajak melalui marketplace yang semula direncanakan berlaku pada Agustus 2026. Di sisi lain, investor asing masih membukukan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp187,59 miliar pada perdagangan Rabu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....