OJK Ungkap 15 Rencana Penawaran Umum Masih dalam Pipeline
- 05 Agt 2026 06:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- OJK mencatat nilai penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp121,96 triliun hingga akhir Juli 2026, dengan 15 rencana penawaran umum masih dalam pipeline.
- Penggalangan dana terbesar berasal dari Penawaran Umum Berkelanjutan EBUS, disusul Penawaran Umum Terbatas, EBUS, dan IPO.
- Jumlah investor pasar modal bertambah 1,1 juta SID sepanjang Juli 2026, didukung pendalaman pasar dan penguatan ekosistem digital.
RRI.CO.ID, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat 15 rencana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) masih berada dalam antrean pasar modal. OJK mencatat nilai penghimpunan dana hingga akhir Juli 2026 mencapai Rp121,96 triliun.
Hal ini disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi. Menurutnya, aktivitas penggalangan dana sejauh ini tetap menunjukkan tren positif.
"Hingga akhir Juli 2026, nilai penggalangan dana mencapai angka Rp121,96 triliun. Saat ini masih terdapat 15 rencana penawaran umum dalam pipeline," kata Hasan dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Juli 2026 OJK, secara daring, Selasa, 4 Agustus 2026.
Hasan menjelaskan pipeline tersebut terdiri atas lima Penawaran Umum Terbatas, lima Penawaran Umum Berkelanjutan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS). Selain itu, terdapat tiga IPO dan dua penerbitan EBUS.
Sepanjang 2026, penghimpunan dana terbesar berasal dari Penawaran Umum Berkelanjutan EBUS. Nilainya mencapai Rp98,80 triliun dari 105 realisasi penerbitan.
Selain itu, Penawaran Umum Terbatas menghimpun dana Rp12,70 triliun. Penawaran EBUS mencapai Rp8,30 triliun dan IPO sebesar Rp2,16 triliun.
OJK juga mencatat penghimpunan dana melalui Securities Crowdfunding terus meningkat. Nilai agregatnya telah mencapai Rp2,01 triliun hingga Juli 2026.
Sementara itu, Bursa Efek Indonesia mencatat empat perusahaan masih mengantre untuk melaksanakan IPO. Sepanjang tahun ini, tujuh perusahaan telah mencatatkan saham dengan dana Rp2,16 triliun.
Untuk instrumen surat utang, terdapat 15 emisi dari 11 penerbit dalam pipeline. Emisi tersebut akan segera memasuki proses pencatatan di Bursa Efek Indonesia.
Hasan mengatakan jumlah investor pasar modal terus bertambah sepanjang Juli 2026. Penambahan tersebut mencapai 1,1 juta Single Investor Identification atau SID.
"Jumlah investor di pasar modal terus menunjukkan tren peningkatan. Ini juga sejalan dengan hasil dari inisiatif pendalaman pasar dan upaya penguatan ekosistem digital di industri pasar modal. Penambahan investor tercatat sebanyak 1,1 juta di bulan Juli 2026," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....