IHSG Berpeluang Naik Hari Ini, Pasar Cermati Harga Minyak dan Transisi BI
- 28 Jul 2026 08:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hari ini IHSG berpeluang menguat, menguji level resistansi di 6.220
- Harga minyak mentah yang kembali turun, seiring redanya serangan AS ke Iran
- Investor mengharapkan penunjukkan Gubernur BI baru yang sesuai dengan harapan pasar
RRI.CO.ID, Jakarta - Pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) berpeluang menguat dalam perdagangan hari ini, Selasa 28 Juli 2026. Pada Senin kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,17 persen ke level 6.185,78.
Pelemahan IHSG disebakan net sell (jual bersih) saham oleh investor asing yang nilainya sebesar Rp492 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah TPIA, EMAS, BBRI, ASII dan DSSA.
"Hari ini IHSG berpeluang untuk menguji level resistansi di 6.220. Tapi setelah itu rentan kembali koreksi dengan target 'middle term' di level 6.050-6.150," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman dalam analisisnya, Selasa, 28 Juli 2026.
Fanny memprakirakan level support IHSG hari ini akan bergerak di rentang 6.050-6.150. Sedangkan level resistansi akan bergerak di rentang 6.200-6.220.
Fannya mencermati sejumlah faktor yang akan mempengaruhi sentimen para investor di pasar saham. Salah satunya harga minyak mentah yang kembali turun, seiring redanya serangan AS ke Iran.
Negara Paman Sam itu kembali membujuk Iran untuk berdamai, ketika harga minyak mentah melambung. Bujukan AS disertai ancaman jika kesepakatan damai tidak tercapai.
"Turunnya harga minyak membuat saham perusahaan minyak melemah di bursa saham AS. Saham Exxon Mobil misalnya melemah 1,4 persen," ucap Fanny.
Dia juga menyebut putusan kebijakan moneter The Fed menjadi faktor yang akan mempengaruhi sentimen pasar. The Fed akan mengumumkan kebijakan suku bunga pada Rabu, 29 Juli 2026.
Perangkat CME FeedWatch menunjukkan tingkat ekspektasi sebesar 62 persen bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga. Pasar juga menantikan rilis data indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi bulan Juni 2026 pada Kamis lusa.
Sementara di dalam negeri, Tim Analis Phintraco Sekuritas mencermati pengunduran diri Gubernur BI dan dampaknya ke sentimen pasar. "Perhatian investor tertuju pada penunjukkan Gubernur BI yang definitif," ujarnya.
Menurut Tim Phintraco, pasar mengharapkan penunjukkan Gubernur BI baru yang sesuai dengan harapan pasar. Transisi kepimpinan di BI juga diharapkan berjalan lancar.
"Sehingga BI dapat menjaga kredibilitas dan independensi nya sebagai bank sentral. Utamanya dalam menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," kata Tim Analis Phintraco.
Sebaliknya, jika terjadi perubahan signifikan pada kebijakan moneter dan independensi BI terganggu, rupiah akan terdepresiasi lebih lanjut. "Selain itu, fluktuasi pasar obligasi pemerintah akan meningkat dan menjadi sentimen negatif terutama terhadap saham-saham perbankan," kata Tim Phintraco menutup analisisnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....