IHSG Dibuka Melemah 1,26 Persen ke Level 6.266,97 jelang Akhir Pekan
- 24 Jul 2026 12:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG dibuka melemah pada awal perdagangan sesi I di level 6.266,97.
- Penurunan ini merupakan kelanjutan dari tren negatif hari sebelumnya ketika IHSG turun 19,16 poin ke level 6.315 pada penutupan perdagangan.
- Pasar diperkirakan akan mengalami koreksi lebih lanjut pada perdagangan berikutnya berdasarkan momentum penurunan yang terjadi.
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada pembukaan perdagangan Jumat, 24 Juli. Indeks kehilangan 79,50 poin, atau setara dengan 1,26 persen, dan dibuka di level 6.266,97.
Sehari sebelumnya, IHSG juga turun tipis 19,16 persen ke level 6.315 saat penutupan perdagangan. Indeks diperkirakan akan mengalami koreksi pada perdagangan kali ini.
Saham emiten didominasi merah, yakni kurang lebih 500 saham mengalami penurunan. Sementara itu, 75 saham naik dan 97 lainnya stagnan.
Saat ini, pergerakan indeks pada perdagangan hari ini masih dibayangi oleh sentimen eksternal. Pelaku pasar mencermati kebijakan tarif impor baru Amerika Serikat terhadap negara mitra dagang yang dinilai berpotensi meningkatkan ketidakpastian.
Selain itu, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah memicu naiknya harga minyak dunia, menembus 100 dolar AS per barel. "Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa inflasi berpotensi kembali mengalami kenaikan dan berpengaruh terhadap keputusan The Fed berikutnya," kata tim analis Pilarmas Investindo Sekuritas.
Dari dalam negeri, implementasi program mandatori biodiesel B50 dinilai sebagai sentimen positif bagi emiten perkebunan sawit. Hal tersebut berpotensi menjaga permintaan dan harga minyak sawit mentah atau CPO tetap tinggi.
Namun, pelaku pasar juga mencermati potensi meningkatnya kebutuhan insentif pemerintah untuk menopang program tersebut. Pilarmas Investindo memperkirakan IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 6.110 – 6.380.
Sementara itu lembaga pemeringkat global S&P, memberi peringkat terhadap 69 emiten korporasi dan infrastruktur yang diberi peringkat publik. Pemeringkatan dibagi dalam empat kategori sesuai dengan eksposur nya terhadap ketidaksesuaian mata uang, operasional, dan neraca.
"Sejumlah kecil emiten lebih sensitif terhadap depresiasi mata uang, karena ketidaksesuaian valuta asing operasional dan pembiayaan. Secara historis, depresiasi yang tajam telah mengurangi kemauan emiten berperingkat spekulatif, untuk membayar kewajiban keuangan," kata Tim Analis Phintraco.
Adapun indikator Stochastic RSI IHSG mengalami death cross di area overbought. Namun, histogram MACD masih berada di area positif meskipun sedikit mengalami penyempitan.
Berlanjutnya kenaikan harga minyak mentah diperkirakan akan menjadi faktor negatif. “Diperkirakan jika IHSG breakdown dari level MA5 di sekitar 6.280, maka berpotensi uji level support berikutnya di 6.200–6.250,” kata tim analis Phintraco Sekuritas menutup analisisnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....