Rupiah Masih Melemah, Hari Ini Dibuka di Posisi Rp17.921
- 23 Jul 2026 09:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mengacu data Bloomberg, rupiah dibuka turun 0,02 persen ke posisi Rp17.921 per dolar AS
- Rupiah diperkirakan masih melemah terhadap dolar AS hari ini di tengah harga minyak yang kembali naik
- Rupiah masih sulit menguat signifikan karena masih tingginya ketidakpastian geopolitik
RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah masih melemah terhadap dolar AS dalam pembukaan perdagangan hari ini. Mengacu data Bloomberg, rupiah dibuka turun 0,02 persen ke posisi Rp17.921 per dolar AS.
Pada penutupan perdagangan hari Rabu kemarin, rupiah ditutup turun 0,16 persen menjadi Rp17.917 per dolar AS. "Rupiah diperkirakan masih melemah terhadap dolar AS hari ini di tengah harga minyak yang kembali naik," kata Analis Pasar Uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, Kamis, 23 Juli 2026.
Meski demikian, Lukman menyebut perlemahan rupiah akan terbatas seiring mulai membaiknya sentimen domestik akhir-akhir ini. "Nilai tukar rupiah hari ini diprakirakan akan bergerak di rentang Rp17.850-Rp18.000 per dolar AS," ucapnya.
Sementara itu, Analis Pasar Uang dari Mirae Asset Sekuritas, Jessica Tasijawa melihat faktor domestik masih membebani rupiah. "Indeks dolar AS sudah turun ke 101,11 dari 101,17 tapi rupiah masih di kisaran Rp17.917 per dolar AS," ujarnya.
Menurutnya, rupiah masih sulit menguat signifikan karena masih tingginya ketidakpastian geopolitik. Ekspektasi suku bunga global yang tetap tinggi juga membatasi penguatan rupiah.
Sementara itu, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun dan 2 tahun meningkat. Peningkatannya masing-masing menjadi 7,30 persen dan 7,08 persen.
Peningkatan imbal hasil tersebut membuat spread antar SBN dan Obligasi AS tenor 10 tahun melebar. "Kondisi ini mempertahankan daya tarik imbal hasil aset rupiah," kata Jessica.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....