IHSG Menguat 0,86 Persen pada Penutupan Sesi I, Lanjutkan Penguatan di Awal Pekan
- 20 Jul 2026 13:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG ditutup menguat 53,38 poin atau 0,86 persen ke level 6.228,91 pada sesi pertama perdagangan Senin, 20 Juli 2029.
- Penguatan indeks mencerminkan optimisme pelaku pasar di awal pekan di tengah berbagai sentimen global dan domestik yang berkembang.
- Sepanjang sesi pertama, IHSG bergerak dalam rentang 6.191,04 hingga mencapai level tertinggi 6.249,9.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi I di zona hijau pada Senin. 20 Juli 2029. IHSG ditutup menguat 53,38 poin atau 0,86 persen ke level 6.228,91.
Penguatan tersebut mencerminkan optimisme pelaku pasar pada awal pekan di tengah berbagai sentimen global dan domestik. Sepanjang sesi pertama, IHSG bergerak pada rentang 6.191,04 hingga menyentuh level tertinggi 6.249,9.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI), menunjukkan nilai transaksi mencapai Rp8,2 triliun dengan volume 20,09 miliar saham. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,3 juta dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp10,8 triliun.
Sebanyak 398 saham ditutup menguat pada sesi pertama perdagangan hari ini. Sementara itu, 188 saham melemah dan 205 saham lainnya bergerak stagnan.
Sebelumnya, IHSG dibuka menguat di level 6.197,47 atau naik 21,94 poin setara 0,36 persen dibandingkan penutupan Jumat, 17 Juli 2026. Penguatan pada awal perdagangan berlanjut hingga penutupan sesi pertama dengan kenaikan yang semakin besar.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengingatkan IHSG masih berpotensi mengalami koreksi apabila gagal menembus level resistansi. "IHSG rentan koreksi hari ini, sepanjang gagal break resistance di 6.200-6.300," kata Fanny dalam keterangannya, Senin, 20 Juli 2026.
Fanny menjelaskan, eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi perhatian pelaku pasar global. Ketegangan tersebut mendorong kenaikan harga minyak mentah akibat terganggunya distribusi energi melalui Selat Hormuz.
Di dalam negeri, investor juga mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pekan ini. Keputusan suku bunga BI dinilai akan memberikan gambaran mengenai kondisi perekonomian domestik maupun global.
Sementara, Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai sentimen domestik mulai menunjukkan perbaikan. Kondisi tersebut tercermin dari aksi net buy investor asing yang berlangsung selama dua hari berturut-turut pada pekan lalu.
Namun, Phintraco mengingatkan kenaikan harga minyak dunia tetap menjadi risiko yang perlu diwaspadai. Kondisi itu berpotensi memengaruhi prospek defisit APBN, inflasi, nilai tukar rupiah, hingga arah kebijakan suku bunga.
Phintraco mencermati tekanan pada saham-saham sektor semikonduktor dan teknologi di pasar global. Tekanan tersebut turut membebani pergerakan bursa saham Amerika Serikat dan sebagian besar pasar saham Asia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....