Di tengah Dinamika Global, IHSG Catatkan 24 Kali "All Time High" pada 2025
- 30 Jun 2026 07:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan 24 kali "all time high" (level tertinggi sepanjang masa) sepanjang 2025.
- Kapitalisasi pasar juga sempat menembus rekor tertinggi sebesar Rp16.004 triliun pada 8 Desember 2025.
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan 24 kali all time high (level tertinggi sepanjang masa) pada 2025. Selain sempat mencapai level tertinggi pada 8.711, kapitalisasi pasar juga menembus rekor sebesar Rp16.004 triliun pada 8 Desember 2025.
Demikian disampaikan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, Senin 29 Juni 2026. Sebelumnya, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 mengesahkan dirinya menduduki posisi puncak di BEI.
"Sepanjang 2025, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) saham mencapai Rp18,1 triliun,” ujarnya. Sedangkan transaksi produk non-saham, lanjut dia, tercatat mencapai Rp7,6 triliun.
Di sisi lain, pasar obligasi melalui mekanisme Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) mencatat total volume transaksi Rp1.375 triliun. Sedangkan nilai perdagangan karbon di Bursa Karbon (IDXCarbon) tercatat sebesar Rp36,37 miliar.
Dari sisi penghimpunan dana, BEI melaporkan 26 perusahaan melakukan pencatatan saham baru (IPO) pada. Total kapitalisasi pasar yang diperoleh saat itu sebesar Rp155,2 triliun.
Sementara itu, dana yang berhasil dihimpun melalui IPO mencapai Rp18,1 triliun, naik 26 persen dibandingkan tahun sebelumnya. "Kontribusi terbesar berasal dari sektor basic materials atau bahan baku dan infrastruktur," ucap Jeffrey.
Selain melalui IPO saham, penghimpunan dana melalui Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) mencapai Rp217,4 triliun. Sedangkan melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dan Waran mencapai Rp43,7 triliun.
"Pencapaian ini semakin memperkuat fungsi pasar modal sebagai sumber pembiayaan yang komprehensif," kata Jeffrey. Menurut dia, BEI juga gencar melakukan edukasi dan digitalisasi.
Sepanjang 2025, BEI telah menyelenggarakan lebih dari 49 ribu kegiatan edukasi. Sementara itu jumlah Galeri Investasi bertambah menjadi 1.015 lokasi di seluruh Indonesia.
“Jumlah pengguna IDX Mobile juga meningkat menjadi 463 ribu,” ujar Jeffrey. Berbagai langkah tersebut mendorong pertumbuhan jumlah investor menjadi 20,3 juta, naik 37 persen dibanding tahun sebelumnya.
Namun BEI sempat melakukan trading halt atau penghentian sementara perdagangan pada paruh pertama 2025. Saat itu IHSG mengalami tekanan karena faktor eksternal, sehingga anjlok ke level 5.996.
BEI dan OJK mengambil sejumlah langkah untuk memulihkan pasar, selain melakukan komunikasi dengan pelaku pasar. Di antaranya melalui penyesuaian kebijakan buyback saham tanpa persetujuan RUPS.
Kemudian melakukan penyesuaian batas Auto-Rejection Bawah (ARB) serta penyempurnaan ketentuan trading halt. "Tujuannya untuk menjaga stabilitas pasar dan meredam volatilitas pasar yang berlebihan," ucap Jeffrey.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....