Nilai Tukar Rupiah Makin Merosot imbas Suramnya Negosiasi Damai AS-Iran
- 23 Jun 2026 10:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Rupiah turun 0,12 persen atau 21 poin menjadi Rp17.864 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Selasa 23 Juni 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta – Posisi nilai tukar rupiah terpantau masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Selasa 23 Juni 2026. Menurut Bloomberg, rupiah dibuka turun 0,12 persen atau 21 poin menjadi Rp17.864 per dolar AS.
Pada penutupan perdagangan sehari, rupiah sudah turun 0,22 persen ke posisi Rp17.843 per dolar AS. Mata uang RI tersebut masih terus tertekan oleh penguatan dolar AS karena faktor eksternal.
“Rupiah diprakirakan masih akan melemah terhadap dolar AS yang kembali menguat,” kata analis pasar uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong. Menurut dia, penguatan dolar didorong oleh ketidakyakinan investor pada pembicaraan damai antara AS dan Iran.
Pelaku pasar juga memprakirakan prospek suku bunga The Fed yang naik lebih cepat pada tahun ini. Namun, pasar masih menunggu perkembangan indeks harga konsumsi pribadi (PCE) inti di Negeri Paman Sam.
Ini akan menjadi penunjuk arah kebijakan suku bunga bank sentral AS tersebut. Ekspektasi pasar mengarah pada dua kali kenaikan suku bunga The Fed masing-masing 25 bps pada September dan Desember 2026.
Laju inflasi yang masih tinggi di AS menjadi dasar ekspektasi pasar terhadap suku bunga The Fed. Saat ini, tingkat inflasi di negara itu masih di atas target bank sentral AS yang sebesar 2 persen.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga naik menjadi 4,51 persen. Sedangkan yield obligasi pemerintah AS tenor dua tahun naik menjadi 4,23 persen.
Imbal hasil yang tinggi menyebabkan terbatasnya penguatan mata uang negara-negara berkembang. “Nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.800-Rp17.900 dengan indeks dolar AS di level 101,03-101,04,” kata Lukman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....