Gubernur BI Ungkap Faktor Pendorong agar Rupiah Bisa Kembali Normal

  • 10 Jun 2026 10:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gubernur Bank Indonesia (I), Perry Warjiyo, meyakini rupiah akan kembali menguat ke rentang Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS.

RRI.CO.ID, Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, meyakini rupiah akan kembali menguat ke rentang Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS. Menurut dia, ada sejumlah faktor utama yang dapat mendorong penguatan nilai tukar rupiah.

Dari sisi eksternal, Perry menilai kondisi global akan membaik sehingga mendorong masuknya kembali aliran modal asing. Terutama ke negara-negara emerging market seperti Indonesia.

Dari dalam negeri, Perry menyebut fundamental perekonomian Indonesia masih kuat ditandai pertumbuhan ekonomi yang cukup baik. Ini ditambah dengan tingkat inflasi relatif rendah, cadangan devisa mencukupi, dan imbal hasil yang menarik bagi investor asing.

“Fundamental ekonomi Indonesia yang baik akan menopang penguatan nilai tukar rupiah,” katanya, Selasa 9 Juni 2026. Sebelumnya Perry mengatakan rupiah akan kembali menguat pada sekitar Juli hingga Agustus 2026.

Gubernur BI mengaku optimistis ekspor dan devisa hasil ekspor akan meningkat untuk menambah penerimaan negara. Menurut dia, kehadiran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan membantu meningkatkan kinerja ekspor Indonesia.

"Ekspor yang meningkat akan mendukung penguatan cadangan devisa, sehingga mendorong penguatan rupiah,” ucapnya. Selain itu, lanjut dia, pembiayaan juga akan meningkat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Faktor lainnya yang akan mendukung penguatan rupiah ke depan adalah intervensi pasar oleh BI. Ini tentunya didukung kebijakan BI lainnya untuk memperkuat sektor keuangan dan menjaga stabilitas nilai tukar.

"BI juga akan terus berkordinasi dengan pemerintah,” ujar Perry. Tujuannya, lanjut dia, untuk melakukan sinergi kebijakan moneter dan fiskal pemerintah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....