Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS pada Awal Perdagangan Hari Ini
- 12 Mei 2026 11:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Nilai tukar rupiah menembus angka Rp 17.500an terhadap dolar AS pada awal perdagangan Selasa 12 Mei 2026.
- Pelemahan rupiah disebabkan redupnya prospek perdamaian AS-Iran dan harga minyak mentah dunia yang masih tinggi.
- Pengumuman MSCI juga diperkirakan tidak akan memberikan berita baik pada IHSG dan akan ikut menekan rupiah.
RRI.CO.ID, Jakarta – Nilai tukar rupiah menembus angka Rp17.500 terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Selasa 11 Mei 2026. Menurut Bloomberg, nilai tukar rupiah turun 0,57 persen menjadi Rp17.513 per dolar AS.
Pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya, rupiah sudah melemah ke level Rp17.414 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS justru menguat dan berada di level 98,10.
Analis pasar uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar AS. “Ini berlangsung di tengah meredupnya harapan damai antara AS dan Iran,” ujarnya, Selasa, 12 Mei 2026.
Pelemahan rupiah juga disebabkan harga minyak mentah dunia yang masih tinggi. Harga minyak Brent, misalnya, naik 0,29 persen menjadi USD104,51 per barel.
Sedangkan harga minyak WTI naik 0,32 persen menjadi USD98,38 per barel. Menurut Lukman, pelaku pasar juga menantikan pengumuman penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).
“MSCI diperkirakan tidak akan memberikan berita baik pada IHSG dan akan ikut menekan rupiah,” ucapnya. Di dalam negeri, pasar juga menantikan rilis tingkat penjualan ritel Indonesia oleh Bank Indonesia (BI).
Lukman memperkirakan pergerakan rupiah berada pada kisaran Rp17.350-Rp17.500 per dolar AS. Posisi rupiah di Rp17.500an per dolar AS kembali menjadi rekor terendah nilai tukar rupiah sepanjang tahun ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....