OJK: Pasar Modal Bergerak Dinamis pada Triwulan I 2026
- 08 Mei 2026 07:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, menyatakan pasar modal bergerak dinamis sepanjang triwulan I 2026.
- Kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan global.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, menyatakan pasar modal bergerak dinamis sepanjang triwulan I 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan global.
"Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 7.048,22 per 31 Maret 2026. Ini mengalami koreksi 18,49 persen, namun masih tumbuh 8,26 persen secara year-on-year," ujar Friderica dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) II di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.
Sementara itu, ujarnya, memasuki Mei 2026, pasar saham mulai menunjukkan penguatan. Hingga 5 Mei 2026, IHSG ditutup di level 7.057,11.
Indeks saham juga terapresiasi sebesar 1,44 persen secara month to date. Menurutnya, kondisi ini mencerminkan mulai membaiknya sentimen pasar domestik.
Di tengah tekanan global, penghimpunan dana korporasi tetap tumbuh positif. Nilainya mencapai Rp59,35 triliun hingga 5 Mei 2026.
Menurut Friderica, minat pendanaan di pasar modal domestik masih terjaga. Ia menyebut penghimpunan dana didominasi penerbitan efek utang dan sukuk.
“Penghimpunan dana oleh korporasi domestik di pasar modal juga tetap kuat. Hingga 5 Mei nilai penghimpunan dana di pasar modal sudah mencapai 59,35 triliun secara year to date," katanya.
Capaian tersebut menunjukkan terjaganya minat fundraising di pasar modal Indonesia. Hal ini didominasi oleh penerbitan efek bersifat hutang dan atau suku senilai 58,9 triliun rupiah.
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu, menyatakan LPS terus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Langkah tersebut dilakukan melalui program penjaminan dan resolusi bank yang optimall serta efisien.
Menurut Anggito, cakupan rekening nasabah yang dijamin LPS masih berada di atas 90 persen. Kondisi tersebut berlaku untuk bank umum maupun Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRS) hingga Maret 2026.
Ia menjelaskan porsi simpanan bank di atas Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) masih berada di level 30 persen. Angka tersebut tercatat stabil dan tidak mengalami kenaikan maupun penurunan.
Meski demikian, suku bunga simpanan perbankan mulai menunjukkan tren penurunan secara bertahap. Penurunan terjadi pada berbagai kelompok deposan dan kelompok bank nasional.
“Suku bunga simpanan pasar menunjukkan tren penurunan secara bertahap. Kondisi ini terjadi lintas kelompok deposan dan kelompok bank,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....