Volatilitas Masih Tinggi, KSSK Tetap Waspada Jaga Sistem Keuangan
- 08 Mei 2026 06:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menilai kondisi sistem keuangan Indonesia tetap terjaga di tengah volatilitas pasar keuangan global
- Kondisi ini diperkirakan masih akan berlanjut karenanya KSSK akan terus melakukan mitigasi untuk mengantisipasi risikonya
- Memasuki bulan April 2026 dinamika penyelesaian konflik Timur Tengah masih menjadi faktor utama volatilitas pasar keuangan global
RRI.CO.ID, Jakarta - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menilai kondisi sistem keuangan Indonesia tetap terjaga di tengah volatilitas pasar keuangan global. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlanjut karenanya KSSK akan terus melakukan mitigasi untuk mengantisipasi risikonya.
"Sistem keuangan kita tetap terjaga di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global seiring eskalasi konflik Timur Tengah," kata Ketua KSSK yang juga Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dalam keterangan pers hasil rapat KSSK di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026. Menurutnya, memasuki bulan April 2026 dinamika penyelesaian konflik Timur Tengah masih menjadi faktor utama volatilitas pasar keuangan global.
"Terutama imbasnya terhadap lonjakan harga energi. Berdasarkan perkembangan tersebut, akan terus mencermati dan melakukan asesmen 'forward-looking' atas kinerja perekonomian dan sektor keuangan terkini," ujar Menkeu Purbaya.
KSSK, lanjutnya, akan melakukan upaya mitigasi secara terkoordinasi. Baik antar lembaga anggota KSSK maupun dengan kementerian atau lembaga lain.
Rapat berkala KSSK kedua tahun 2026 di bulan April menilai kondisi global masih penuh ketidakpastian. Namun pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh cukup bagus di triwulan I 2026 sebesar 5,61 persen.
"Tapi kita akan melihat seperti apa di pertumbuhan ekonomi triwulan kedua tahun ini. Kita waspadai semua kendala yang mungkin timbul dan kita lihat semua faktor ekonomi makro yang ada," ujarnya.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, tambah Purbaya, pemerintah masih akan memberikan stimulus tambahan bagi perekonomian. Presiden Prabowo Subianto juga telah membentuk Satgas Percepatan Program Pemerintah untuk mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi.
Selain itu, APBN akan terus digunakan sebagai "shock absorber" terhadap imbas kenaikan harga minyak dunia. "Kita pastikan permintaan domestik terjaga, pertumbuhan didorong terus ke atas, mudah-mudahan mendekati 6 persen sampai akhir tahun,"ucap Purbaya.
KSSK, sambungnya, juga berkomitmen mendukung sektor riil dan program Asta Cita pemerintah serta program prioritas lainnya. Sehingga perekonomian terus tumbuh secara berkelanjutan.
KSSK terdiri Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jawa Keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan. KSSK akan kembali melakukan pertemuan dan menyampaikan asesmen nya terkait sistem keuangan di bulan Juli mendatang
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....