BPS Sebut Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Tidak Berdampak Signifikan pada Inflasi

  • 04 Mei 2026 21:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan, kenaikan harga BBM non-subsidi tidak berdampak signifikan pada inflasi. Khususnya pada perhitungan inflasi untuk bulan April 2026
  • Bobot BBM non-subsidi relatif rendah. Kenapa rendah? Karena BBM non-subsidi dikonsumsi kalangan terbatas
  • Sementara itu, Pertamina Patra Niaga kembali melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi. Yakni Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite, kenaikan hargnya mulai berlaku Senin, 4 Mei 2026

RRI.CO.ID, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan, kenaikan harga BBM non-subsidi tidak berdampak signifikan pada inflasi. Khususnya pada perhitungan inflasi untuk bulan April 2026.

“Kita menghitung inflasi itu kan ada yang namanya bobot, untuk bobot BBM non-subsidi relatif rendah. Kenapa rendah? Karena BBM non-subsidi dikonsumsi kalangan terbatas.” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik, Ateng Hartono dalam keterangan pers di Jakarta, Senin, 4 Mai 2026.

Menurutnya, kalau bobotnya rendah, pengaruh secara keseluruhan pada tingkat inflasi relatif tidak signifikan. Ateng mencontohkan bahan bakar avtur yang harganya juga naik.

“Avtur mengalami peningkatan terhadap inflasi di pesawat udara. Tetapi karena bobotnya itu tidak besar maka tidak terlalu signifikan dampaknya terhadap inflasi umum,” ujar Ateng.

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga kembali melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi. Yakni Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite, kenaikan hargnya mulai berlaku Senin, 4 Mei 2026.

Penyesuaiah harga tersebut tidak lepas dari pengaruh perkembangan harga minyak dunia. Termasuk harga produk olahan minyak di pasar global serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Robert MV Dumatubun mengatakan, penyesuaian harga mengikuti mekanisme pasar. “Tapi kami tidak mempertimbangkan aspek bisnis saja, tapi memperhatikan daya beli masyarakat dan stabilitas nasional,” ujar Roberth dalam keterangan tertulisnya.

Dengan adanya penyesuaian harga, maka harga Pertamax Turbo (RON98) naik dari Rp19.400 menjadi Rp19.900 per liter. Dexlite (CN 51), naik dari Rp23.600 menjadi 26.000 per liter.

Sedangkan Pertamina Dec (CN53), naik dari Rp23.900 menjadi Rp27.900 per liter. Sementara Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (RON 95) harganya tetap masing-masing Rp12.300 dan Rp12.900 per liter

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....