IHSG Dibuka Menguat di Level 7.103,26, Analis Nilai Penguatan Masih Terbatas

  • 30 Apr 2026 10:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG dibuka di zona hijau pada level 7.103,26 setelah ditutup menguat sehari sebelumnya
  • Hendra Wardana menilai penguatan lebih bersifat technical rebound
  • Pergerakan IHSG diperkirakan sideways di kisaran 7.000–7.200 di tengah tekanan global

RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan Kamis 30 April 2026. Pada awal sesi pertama, IHSG berada di level 7.103,26 atau naik 2,03 poin (0,03 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya.

Pada Rabu 29 April 2026, IHSG ditutup menguat, naik 28,83 poin (0,41 persen) ke level 7.101,22. Tercatat sebanyak 379 saham menguat, 282 saham melemah, dan 154 saham tidak bergerak.

Pengamat pasar modal, Hendra Wardana, menilai penguatan IHSG pada perdagangan sebelumnya lebih mencerminkan technical rebound dibanding perubahan tren besarIa menyebut penguatan didorong kinerja emiten kuartal I solid, pembagian dividen, serta aksi korporasi sektor perbankan dan energi.

Selain itu, stabilisasi sementara bursa Asia dan meredanya kekhawatiran konflik global turut membantu sentimen pasar. Namun, ia menilai penguatan tersebut masih rapuh karena dibayangi tekanan eksternal, seperti pelemahan rupiah dan kenaikan harga minyak global.

Menurutnya, arah IHSG ke depan masih sangat dipengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik. “IHSG cenderung bergerak terbatas dengan kecenderungan sideways di kisaran 7.000–7.200,” kata Hendra, Kamis, 30 April 2026.

Namun, jika tekanan eksternal mereda, khususnya terkait konflik geopolitik dan arah suku bunga global, peluang penguatan lanjutan IHSG terbuka. Hendra mengatakan kondisi tersebut juga perlu didukung stabilisasi nilai tukar rupiah agar sentimen pasar tetap terjaga.

Sebaliknya, jika harga minyak terus naik dan rupiah melemah lebih dalam, IHSG berisiko menguji area support di kisaran 7.022 hingga 7.100. Dalam kondisi ini, investor disarankan bersikap selektif dengan fokus pada saham berfundamental kuat serta memanfaatkan momentum jangka pendek.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....