Arah IHSG Hari Ini, Diperkirakan Bergerak 'Sideways'
- 29 Apr 2026 08:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprakirakan akan bergerak sideways, cenderung melemah dalam perdagangan hari ini
- IHSG diprakirakan akan bergerak di rentang 6.900-7.000 di level support dan 7.100-7.200 di level resistansi
- Dari sisi makro, sentimen geopolitik masih membebani pasar. Upaya perundingan damai antara AS dan Iran kembali tertunda, menambah ketidakpastian global
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprakirakan akan bergerak sideways (mendatar/red) dalam perdagangan hari ini. Pada Selasa kemarin, IHSG ditutup turun 0,48 persen ke level 7.072.
"IHSG berpotensi bergerak sideways (stagnan) dengan kecenderungan melemah hari ini," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Rabu, 29 April 2026. Menurutnya IHSG akan bergerak di rentang 6.900-7.000 di level support dan 7.100-7.200 di level resistansi
Pelemahan IHSG pada Selasa kemarin disertai aksi jual saham oleh investor asing dengan net sell sebesar Rp1,24 triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BBCA, BBRI, ANTM dan CUAN.
Bursa saham global juga bergerak bervariasi, khususnya di kawasan Asia-Pasifik. Sedangkan bursa saham utama di Wall Street, Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Selasa kemarin.
Indeks S&P 500 turun 0,49 persen, Nasdaq Composite terkoreksi 0,9 persen dan Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,05 persen. "Pelemahan pasar disebabkan laporan yang menyoroti perlambatan kinerja OpenAI, termasuk pendapatan dan pengguna yang di bawah target internal," ujar Fanny.
Dari sisi makro, Fanny menyebut sentimen geopolitik masih membebani pasar. Upaya perundingan damai antara AS dan Iran kembali tertunda, menambah ketidakpastian global.
Bursa Asia ditutup bervariasi, cenderung melemah pada penutupan perdagangan hari Selasa. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,02 persen, Hang Seng Hong Kong turun 0,95 persen, CSI 300 Tiongkok melemah 0,27 persen.
"Bursa Asia ditutup mixed namun masih bertahan di dekat level tertinggi sejak akhir Februari. Karena pelaku pasar menanti katalis baru dari Timur Tengah, serta serangkaian keputusan bank sentral," ucap Fanny.
Bank-bank sentral secara global diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya. Di sisi lain, pasar menantikan laporan pendapatan dari perusahaan-perusahaan teknologi besar pekan ini.
"Investor kini mengalihkan fokus ke laporan pendapatan raksasa teknologi. Mereka akan menguji apakah reli saham baru-baru ini dapat dipertahankan," kata Fanny menutup analisisnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....