Realisasi Investasi Triwulan Pertama 2026 Capai Rp498 Triliun, Ini Rinciannya
- 23 Apr 2026 16:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani melaporkan realisasi investasi triwulan pertama 2026 mencapai Rp498,8 triliun.
- Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
- Capaian tersebut tumbuh sebesar 7,2 persen secara tahunan dibandingkan realisasi tahun 2025 lalu.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Investasi Rosan Roeslani melaporkan realisasi investasi triwulan pertama 2026. Nilainya mencapai Rp498,8 triliun dan meningkat dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Rosan menyebut capaian tersebut tumbuh sebesar 7,2 persen secara tahunan. Pada triwulan pertama 2025, realisasi investasi tercatat sebesar Rp465,2 triliun.
“Capaian realisasi investasi triwulan pertama 2026 mencapai Rp498,8 triliun. Penyerapan tenaga kerja mencapai 706.569 atau naik 18,9 persen secara tahunan,” kata Rosan dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis, 23 April 2026.
Menurutnya, capaian tersebut telah memenuhi sekitar 24,4 persen target investasi nasional. Pemerintah menargetkan total realisasi investasi sebesar Rp2.041,3 triliun sepanjang tahun 2026.
Ia mengatakan, komposisi investasi domestik dan asing relatif seimbang.
Penanaman modal dalam negeri berkontribusi sebesar 49,9 persen dari total investasi.
Nilai investasi domestik mencapai Rp248,8 triliun dan meningkat sekitar 6 persen.
Sementara penanaman modal asing memiliki porsi 50,1 persen dengan nilai Rp250 triliun.
Rosan juga mengungkapkan lima negara utama penyumbang investasi ke Indonesia.
Negara tersebut meliputi Singapura, Hong Kong, China, Amerika Serikat, dan Jepang.
Ia merinci sektor industri logam dasar menjadi penerima investasi terbesar.
Nilainya mencapai Rp69,4 triliun pada triwulan pertama tahun 2026.
Sektor jasa lainnya berada di posisi berikutnya dengan nilai Rp64,2 triliun.
Selain itu, sektor pertambangan dan kawasan industri juga mencatatkan investasi signifikan.
Sektor transportasi dan telekomunikasi turut menerima aliran investasi besar.
Masing-masing sektor mencatatkan nilai puluhan triliun rupiah dalam periode tersebut.
Dari sisi wilayah, investasi tersebar di beberapa provinsi utama Indonesia.
Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, dan Sulawesi Tengah mencatat capaian tertinggi.
Rosan berharap tren positif ini berlanjut pada triwulan berikutnya sepanjang 2026.
Pemerintah optimistis target investasi nasional dapat tercapai dengan dukungan berbagai sektor.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....