IHSG Ditutup pada Zona Merah di Level 7541,61 Hari Ini

  • 22 Apr 2026 17:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Rabu, 22 April 2026. Pada akhir sesi II, IHSG berada di level 7541,61, atau turun 17,76 poin (0, 24 persen).

RRI.CO.ID, Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Rabu, 22 April 2026. Pada akhir sesi II, IHSG berada di level 7541,61, atau turun 17,76 poin (0, 24 persen).

Sejak awal perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif setelah dibuka pada level 7528,34. Indeks sempat menyentuh posisi tertinggi di posisi 7578,05.

Sepanjang hari ini, pergerakan IHSG cenderung berada di zona negatif. Tercatat sebanyak 440 saham menguat, 240 saham melemah, dan 141 saham stagnan.

Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan nilai transaksi mencapai Rp18,14 triliun. Volume saham yang diperdagangkan mencapai 49,44 miliar lembar dengan frekuensi lebih dari 2,9 juta kali transaksi.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai pelemahan IHSG sejalan dengan pergerakan mayoritas bursa global dan Asia. Selain itu, tekanan juga datang dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“IHSG terkoreksi 0,24% seiring dengan pergerakan mayoritas bursa global dan regional Asia. Di sisi lain nilai tukar Rupiah juga melemah atas USD,” ujarnya kepada RRI.CO.ID pada Rabu, 22 April 2026.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah sentimen yang memengaruhi pasar pada hari ini. Di antaranya keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia yang tetap berada di level 4,75 persen.

Selain itu, pelaku pasar juga mencermati rencana pembaruan kriteria indeks saham unggulan oleh bursa. Kebijakan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pergerakan pasar.

“Hari ini terdapat beberapa sentimen seperti BI rate yang tetap berada di 4,75 persen. Juga terdapat pengumuman dari bursa akan adanya pembaharuan kriteria untuk LQ45 dan IDX30,” kata Herditya.

Ia menilai kondisi ini menunjukkan pasar masih bergerak dinamis. Investor diimbau untuk tetap mencermati sentimen global dan domestik sebelum mengambil keputusan investasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....