IHSG Melemah ke 7.623,58, Dipicu 'Profit Taking' dan Tekanan Global

  • 15 Apr 2026 17:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 15 April 2026.
  • Pada akhir sesi II, IHSG berada di level 7.623,58, atau turun 52,36 poin (0,68 persen).

RRI.CO.ID, Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 15 April 2026. Pada akhir sesi II, IHSG berada di level 7.623,58, atau turun 52,36 poin (0,68 persen).

Sejak awal perdagangan, IHSG bergerak di zona hijau setelah dibuka pada level 7.750,89. Namun, menjelang penutupan, pergerakannya berbalik melemah ke zona merah.

IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 7.773,57 sebelum bergerak fluktuatif. Kondisi ini dipengaruhi sentimen eksternal yang masih membayangi pergerakan pasar.

Dari sisi pergerakan saham, mayoritas emiten berakhir di zona merah pada perdagangan kali ini. Tercatat 380 saham melemah, 292 saham menguat, dan 149 saham bergerak stagnan.

Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan nilai transaksi mencapai Rp22,61 triliun. Volume saham yang diperdagangkan mencapai 51,44 miliar lembar dengan frekuensi lebih dari 3,1 juta kali transaksi.

Vice President Marketing, Strategy and Planning PT Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menilai pergerakan IHSG dipengaruhi aksi ambil untung. Tekanan jual investor asing dan sentimen global juga turut membebani pergerakan indeks.

“Kami berpandangan pergerakan IHSG yang fluktuatif dipengaruhi profit taking paska kenaikan signifikan, tekanan jual asing yang berlanjut. Termasuk sentimen global seperti dinamika negosiasi AS-Iran dan pelemahan rupiah,” ujarnya kepada RRI.CO.ID pada Rabu, 15 April 2026.

Sementara itu, Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai koreksi IHSG terjadi di tengah penguatan bursa global dan regional Asia. Ia menyebut kondisi ini juga sejalan dengan target teknikal yang sebelumnya telah dicapai.

“Koreksi yang terjadi di IHSG ini bergerak di tengah penguatan bursa global dan regional Asia. Di sisi lain IHSG sudah mengenai target yang kami sampaikan pada report teknikal pagi kami,” ujarnya.

Dari sisi sentimen, selain nilai tukar Rupiah yang melemah terhadap USD. Ia memperkirakan terjadi aksi profit taking setelah IHSG 5 hari berturut-turut bergerak menguat.

Ia menambahkan, ke depan pergerakan IHSG masih akan dipengaruhi dinamika eksternal. Investor diimbau tetap mencermati sentimen global yang berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....