Purbaya: Dibandingkan Negara Tetangga, Kita Lebih Jago Jaga Harga BBM

  • 28 Mar 2026 15:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Indonesia lebih ‘jago’ menjaga stabilitas harga BBM dibandingkan negara tetangga.
  • Purbaya mengatakan, sebagai bendahara negara, Kementerian Keuangan melakukan perhitungan dengan pendekatan terukur, memegang teguh disipilin fiskal dan kredibilitas APBN
  • "Kita bisa menjaga harga BBM di level yang sekarang tanpa membahayakn APBN,” kata Menkeu

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Indonesia lebih ‘jago’ menjaga stabilitas harga BBM dibandingkan negara tetangga. Karena Indonesia punya tim yang bagus dan tidak panik menghadapi gejolak yang terjadi.

“Kalai negara tetangga kita, BBM sudah naik enggak kira-kira kan? Di sini, kita bisa menjaga harga BBM di level yang sekarang tanpa membahayakn APBN,” kata Menkeu Purbaya dalam acara pelantikan pejabat di Kementerian Keuangan, Jumat, 27 Maret 2026.

“Jadi tim kita (Kemenkeu) tuh jago dibandingkan negara-negara tetangga kita. Cuma di luar sana masih kurang dihargai,” ucapnya lagi.

Purbaya pun bercerita saat dirinya dipanggil ke Kertanegara (kediaman Presiden Prabowo Subianto) pada saat harga minyak ke level yang tinggi. Menkeu ditanya apakah anggaran akan kacau kalau harga minyak sudah di level 100 dolar AS per barel.

Jawaban Menkeu, “Aman, Pak. Aman semua.” Itu karena ada tindakan yang dilakukan untuk mengamankan APBN, “Hanya saja belum terpublikasikan dengan baik ke media,” ucapnya.

Purbaya mengatakan, sebagai bendahara negara, Kementerian Keuangan melakukan perhitungan dengan pendekatan terukur. Kemenkeu memegang teguh disipilin fiskal dan kredibilitas APBN.

“Itu yang kita pegang mati-matian selama ini, paling nggak dalam enam bulan terakhir ya. Sehingga defisit APBN akan dibawah tiga persen, kita bisa membalikkan arah ekonomi ke arah yang lebih baik,” ujar Purbaya.

Pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026, tambahnya, kemungkinkan bisa mencapai 5,5 persen. Pada saat yang sama, APBN bisa terus menjadi peredam syok atas dampak gejolak geopolitik dan harga energi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....