Friderica Beberkan Agenda Awal Kepemimpinan OJK

  • 26 Mar 2026 16:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, membeberkan sejumlah prioritas kebijakan usai resmi dilantik.
  • OJK menargetkan pemulihan kepercayaan publik terhadap sektor jasa keuangan nasional.
  • OJK juga akan mendorong pendalaman pasar keuangan secara berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Jakarta – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, membeberkan sejumlah prioritas kebijakan usai resmi dilantik. Ia menegaskan fokus utama OJK adalah menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

"Kami yakin dengan teamwork yang solid insyaAllah kita bisa membawa sektor jasa keuangan kita untuk semakin maju ke depan. Tentu saja yang pertama target kita adalah menjaga stabilitas sistem keuangan Indonesia," katanya usai Pengucapan Sumpah Jabatan Anggota Dewan Komisioner OJK di kantor Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu, 25 Maret 2026.

Selain itu, OJK menargetkan pemulihan kepercayaan publik terhadap sektor jasa keuangan nasional. Langkah ini menjadi penting setelah sempat terjadi gejolak di pasar modal.

"Terima kasih teman-teman media selalu mendampingi kita waktu saya dan Pak Hasan di saat-saat critical pasar modal Indonesia, terima kasih. Tapi itu tetap menjadi agenda prioritas kita untuk menjaga, memulihkan kepercayaan publik, terutama dari sisi pasar modal dan sektor lain," ujarnya.

Friderica juga menekankan pentingnya pengawasan terintegrasi di sektor jasa keuangan. Hal ini dinilai sejalan dengan perkembangan produk keuangan yang semakin kompleks.

OJK juga akan mendorong pendalaman pasar keuangan secara berkelanjutan. Upaya ini dilakukan agar sektor keuangan tidak hanya bertumpu pada perbankan.

"Ini juga sangat penting, apalagi kalau kita ingin semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Tentu kita nggak bisa cuman rely, tapi bagaimana sektor-sektor keuangan lain juga terus tumbuh jadi bisa menjadi engine dari pertumbuhan," ujarnya.

Ia menegaskan perlindungan konsumen tetap menjadi prioritas utama OJK. Selain itu, penegakan hukum akan diperkuat melalui sinergi lintas lembaga.

"Kita akan terus melakukan penegakan hukum yang kita akan lebih giatkan lagi, kita galakkan lagi. Kasus-kasus di sektor keuangan kita akan selesaikan, dan juga tentu saja kita akan melakukan terus sinergi dan kolaborasi," ujarnya.

Pada hari yang sama, jajaran Dewan Komisioner OJK dijadwalkan menggelar rapat perdana. Agenda tersebut mencakup serah terima jabatan dan pembahasan langkah strategis.

Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Santoso Liem, menyampaikan harapannya terhadap jajaran baru Anggota Dewan Komisioner OJK. Ia berharap kepemimpinan baru mampu menghadirkan kebijakan yang responsif menghadapi tekanan global.

Santoso menilai dinamika ekonomi global ke depan akan semakin menantang. Namun, ia optimistis jajaran pimpinan baru OJK mampu menghadirkan kebijakan yang lebih baik bagi perekonomian nasional.

“Memang dinamika akan semakin ketat tapi kami percaya mereka adalah orang-orang pilihan yang bisa memberikan kebijakan-kebijakan yang lebih baik. Jadi kami yakini bahwa ini akan baik buat Indonesia,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mendukung langkah OJK. Menurutnya, masukan dari berbagai pihak tetap dibutuhkan guna memperkuat kebijakan regulator.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....