Libur Lebaran, BI tetap Kawal Pergerakan Rupiah

  • 19 Mar 2026 14:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bank Indonesia berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah
  • BI tetap memantau pergerakan nilai tukar rupiah di pasar global selama libur lebaran
  • BI akan melakukan intervensi pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah

RRI.CO.ID, Jakarta – Bank Indonesia (BI) menyatakan akan terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sepanjang libur Lebaran 2026. Pemantuan ini agar stabilitas rupiah tetap terjaga di tengah semakin meningkatnya gejolak pasar keuangan global akibat konflik Timur Tengah.

“Meskipun pasar keuangan domestik tutup selama libur Lebaran, perdagangan rupiah di pasar luar negeri tetap berjalan. Fluktuasinya dapat berdampak pada ekonomi Indonesia,” kata Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam pesan singkatnya pada awak media, Kamis, 19 Maret 2026.

BI, tambah Destry, akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal. Langkah ini penting untuk menghadapi kemungkinan eskalasi perang Timur Tengah.

“BI juga akan menempuh langkah-langkah penyesuaian yang diperlukan guna tetap konsisten dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional,” ucapnya. Sebelumnya, Destry juga mengatakan akan bekerja sama dengan kantor BI di New York dalam memantaupergerakan nilai tukar rupiah.

“Kami akan akan masuk ke market untuk melakukan intervensi di pasar Non-Deliverable Forward (DNF) global, jika diperlukan,” ujarnya. Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada pukul 13.30 WIB terpantau melemah 0,33 persen menjadi Rp16.993 per dolar AS.

BI mencatat, hingga 16 Maret 2026, nilai tukar rupiah melemah 1,29 persen point to point (ptp) dibandingkan Februari. Pelemahan rupiah disebabkan memburuknya kondisi Timur Tengah yang memicu aliran keluar modal asing dari emerging markets termasuk Indonesia.

Untuk menjaga stabilitas rupiah, BI meningkatkan intensitas intervensi baik di pasar NDF luar negeri (off-shore). Sedangkan di dalam negeri, intervensi BI melalui transaksi spot dan DNDF (Domestic No-Deliverable Forward).

BI meyakini nilai tukar rupiah akan stabil, didukung oleh komitmen Bank Indonesia menjaga stabilitas rupiah. Selain itu imbal hasil masih menarik, serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....