IHSG Cuma Naik Tipis di Sesi Perdagangan Pertama
- 03 Mar 2026 14:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif pada sesi pertama perdagangan, Selasa, 3 Maret 2026, siang. IHSG dibuka di zona hijau pada level 8059, 86 kemudian sempat turun ke zona merah di level 7.971, 77.
Namun jelang jeda siang, IHSG naik kembali dan ditutup di level 8.019,54 pada penutupan perdagangan sesi pertama. "Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia hari ini dipengaruhi oleh sentimen eksternal dan internal," kata Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas.
Dari eksternal, lanjut Tim Pilarmas, bursa regional bergerak mixed. Pasar khawatir akan ancaman inflasi global seiring konflik panas di Timur Tengah.
Menurutnya, serangan AS-Israel ke Iran dan ancaman pengiriman logistik yang melewati Selat Hormuz, membuat harga minyak dunia naik tajam. "Sehingga menimbulkan kekhawatiran akan inflasi dan biaya energi yang akan membebani pertumbuhan ekonomi," ucap Tim Pilarmas.
Serangan ke Iran juga diperkirakan masih akan berlanjut, karena AS menyatakan akan meningkatkan serangannya. Sementara itu, di tingkat parlemen AS, sikap para senator terpecah terkait aksi militer AS ke Iran.
"Partai Republik mendukung Presiden AS terhadap serangan ke Iran. Sedangkan partai Demokrat, pekan ini berencana mengajukan voting terkait kewenangan perang (war powers).
Selanjutnya, perhatian pasar beralih ke pertemuan tahunan Tiongkok pada 4-11 Maret. Pertemuan itu akan menetapkan target ekonomi, prioritas kebijakan, dan merilis Rencana Lima Tahun ke depan.
Sementara itu, dari internal, pasar saham dibayangi tekanan aksi jual di tengah ancaman konflik di Timur Tengah. Kekhawatiran yang muncul juga seputar inflasi domestik mengingat ketergantungan Indonesia akan impor minyak.
"Jika harga minyak naik, tentunya akan mendorong naiknya biaya energi. Sehingga mendorong inflasi domestik dan berimbas pada APBN dengan semakin melebarnya defisit," kata Tim Pilarmas lagi.
Ia mengatakan, kondisi itu juga akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional. Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) menegaskan kembali komitmennya menjaga stabilitas inflasi nasional dan sistem keuangan.
BI, tambah Tim Pilarmas, juga menyatakan terus bersinergi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kebijakan. Terutama untuk menjaga stabilitas harga serta sistem keuangan domestik guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....