Rupiah Lanjutkan Penguatan pada Pembukaan Sesi Perdagangan Awal Pekan
- 23 Feb 2026 10:51 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Senin 23 Februari 2026. Menurut Bloomberg, rupiah naik 0,30 persen ke posisi Rp16.828 per dolar AS pada pukul 10.00 WIB.
Analis pasar uang, Lukman Leong, berharap ada apresiasi rupiah ke arah Rp16.820 terhadap dolar AS. "Apalagi, ini berlangsung seiring melemahnya indeks dolar AS ke level 97,42," ujarnya.
Lukman mengatakan pembatalan kebijakan tarif resiprokal Presiden AS, Donald Trump ,oleh Mahkamah Agung ikut mendorong pelemahan dolar AS. Di samping data yang menunjukkan penurunan pertumbuhan ekonomi negara itu pada 2025.
Indeks Manufaktur (PMI) AS pada Februari 2026 juga turun. Sementara itu, Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi justru meningkat..
Data-data ekonomi tersebut menjadi sentimen negatif yang membuat dolar AS melemah. Sehingga hal ini memberi peluang untuk penguatan mata uang lainnya termasuk rupiah.
Di dalam negeri, penguatan rupiah sejak akhir pekan kemarin ditopang oleh lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). "Tepatnya lelang SRBI yang solid dengan imbal hasil penawaran lebih tinggi," kata Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto.
Tepatnya imbal hasil sebesar 4,9 persen, 5 persen dan 5,1 persen, masing-masing untuk tenor tiga, sembilan, dan 12 bulan. "Ini menegaskan komitmen kuat BI terhadap stabilitas," ucap Rully.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....