IHSG Dibuka Naik, Jadi Sinyal Positif di Awal Pekan

  • 23 Feb 2026 09:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau menguat dalam pembukaan perdagangan hari ini. IHSG dibuka pada level 8.342 atau naik 0,86 persen dibandingkan saat penutupan perdagangan akhir pekan.

Pada akhir pekan kemarin, IHSG ditutup turun 0.,03 persen disertai dengan net sell (jual bersih) saham oleh investor. Aliran keluar modal asing tercatat sebesar sebesar Rp361 miliar.

Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, ANTM, GOTO, MBMA, dan INDF. "Hari ini, IHSG berpotensi untuk bergerak sideways (stagnan)," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Senin, 23 Februari 2026.

Menurut Fanny, IHSG akan bergerak di rentang 8.200-8.230 untuk level support. Sedangkan untuk level resistansi, IHSG akan bergerak di rentang 8.350-8.420.

Gonjang-ganjing tarif AS mempengaruhi sentimen pasar sejak akhir pekan kemarin. Setelah Mahkamah Agung AS membatalkan kebijakan tarif imbal balik yang diberlakukan Trump

"Trump menyebut putusan tersebut sebagai 'a disgrace''. Ia menyatakan akan memberlakukan tarif global 10 persen selama 150 hari," ujar Fanny.

Tarif 10 persen akan diberlakukan Trump berdasarkan Section 122 Trade Act 1974. Aturan yang digunakan Trump sebagai pengganti tarif resiprokal yang dibatalkan pengadilan. Indeks S&P 500 naik 0,69 persen, Nasdaq Composite menguat 0,90 persen, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,47 persen.

Sementara itu, bursa Asia ditutup beragam cenderung terkoreksi pada akhir pekan kemarin. antara lain dipicu oleh ketegangan antara AS dan Iran. "Prospek serangan terhadap Iran meningkat setelah Presiden Trump menyatakan akan mengambil keputusan dalam 10 hari ke depan," ujar Fanny.

Di Jepang, tambah Fanny, investor mencermati data inflasi utama bulan Januari yang turun di bawah target 2 persen. Sehingga indeks Nikkei 225 turun 1,12 persen dan Topix melemah 1,13 persen

Selain itu, Bank of China (BoC) dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga Loan Prime Rate (LPR). Namun, pasar saham Tiongkok daratan dan Hong Kong masih tutup karena libur Tahun Baru Imlek.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....