Rupiah Tetap Rentan terhadap Pelemahan usai Libur Imlek

  • 18 Feb 2026 16:09 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah terpantau melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan setelah libur panjang Imlek. Menurut Bloomberg, rupiah berada di posisi Rp16.874 pada Rabu 18 Februari 2026 pukul 09.34 WIB , turun 0,22 persen terhadap dolar AS.

Analis pasar uang, Fikri C. Permana, mengatakan nilai tukar rupiah kemungkinan akan terdepresiasi ke posisi Rp16.860 per dolar AS. Ini karena posisi dolar AS saat ini berada di level 97,19 atau menguat dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Menurut dia, sejumlah faktor akan memengaruhi arah pergerakan nilai tukar rupiah pada Rabu 18 Februari 2026 ini. Misalnya pasar yang masih bersikap wait and see terhadap risalah hasil pertemuan bank sentral AS Januari 2026.

"Risalah The Fed segera dirilis dan pasar memperkirakan akan sedikit hawkish (ketat)," ucap Fikri. Menurut dia, pelaku pasar sudah berekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga oleh The Fed dalam jangka pendek.

Hal itu setelah mereka melihat indeks harga konsumen atau tingkat inflasi AS yang dirilis pekan lalu. Pada Januari 2026, inflasi AS secara tahunan mencapai 2,4 persen, turun dibandingkan 2,7 persen pada bulan sebelumnya.

Tingkat inflasi tersebut juga lebih rendah dari perkiraan 2,5 persen. Ini juga merupakan tingkat inflasi terendah sejak Mei 2025.

"Inflasi yang melambat membuka ruang pemangkasan suku bunga The Fed lebih dari satu kali di tahun ini," kata Fikri. Sedangkan di sisi lain, terjadi peningkatan permintaan terhadap surat obligasi AS (US Treasury).

Menurut Fikri, hal ini disebabkan kecenderungan pelaku pasar untuk meninggalkan aset yang lebih berisiko. Ketidakpastian yang masih tinggi membuat para investor lebih melirik aset dengan risiko lebih rendah.

Dari dalam negeri, lelang Surat Utang Negara (SUN) diharapkan meraih permintaan (incoming bids) yang lebih baik. "Kehati-hatian global sedang tinggi melihat perkembangan di Timur Tengah," kata Fikri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....