Dolar Tertekan, Rupiah Berbalik Menguat
- 11 Feb 2026 11:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah berbalik menguat terhadap dolar AS saat pembukaan perdagangan Rabu, 11 Februari 2026. Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 10.30 WIB, rupiah naik 0,14 persen menjadi Rp16.785 per dolar AS.
Rupiah ditutup turun 0,03 persen ke posisi Rp16.810 per dolar AS pada Selasa kemarin. "Hari ini rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang sedang mengalami tekanan," kata Analis Pasar Uang, Lukman Leong.
Baca juga: Rupiah Ditutup Melemah karena Pasar 'Wait and See'
IHSG Dibuka Menguat meski Dibayangi Aksi Jual Asing
Posisi dolar hari ini berada di level 96,80, tidak berubah dibanding hari kemarin. Dolar AS tertekan setelah rilis data penjualan ritel yang lebih lemah dari perkiraan.
Para pejabat the Fed melontarkan pernyataan yang 'hawkish' (ketat) terhadap kondisi moneter. "Karenanya, penguatan rupiah diperkirakan terbatas, pelaku pasar cenderung 'wait and see'," ucap Lukman.
Pasar mengantisipasi data pekeja (Non-Farm Payrolls) di AS hari ini. "Sehingga rupiah kemungkinan akan bergerak di kisaran Rp16.750-Rp16.850 per dolar AS.
Pergerakan rupiah juga dipengaruhi oleh keluar masuknya modal asing di pasar saham. "Pada Selasa kemarin masih terjadi aliran keluar modal asing yang cukup besar Rp917 miliar," kata Ekonom Mirae Aset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto.
Sisi lain, tambah Rully, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) masih sedikit naik menjadi 6,45 persen. "Imbal hasil masih bawah 6,5 persen dipengaruhi tingginya permintaan investor institusi domestik, seperti bank, asuransi, manajer investasi," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....