Penguatan Rupiah Berlanjut Ditopang Meredanya Sengketa Greenland

  • 23 Jan 2026 11:09 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatan terhadap dolar AS dalam pembukaan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah naik 0,32 persen atau 53 poin menjadi Rp16.842 per dolar AS.

Pada penutupan perdagangan Kamis kemarin, rupiah juga naik 0,24 persen atau 40 poin menjadi Rp16.895 per dolar AS. Penguatan rupiah disebabkan karena dolar AS yang melemah, hari ini berada di level 98,34.

“Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS hari ini. Penguatan ditopang oleh harapan baik terhadap perkembangan seputar Greenland,” kata Analis Pasar Uang, Lukman Leong, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga:

Rupiah Lanjutkan Penguatan ke Rp16.907/Dolar AS

Penutupan Perdagangan, IHSG Tinggalkan Level 9.000

Pernyataan Presiden Trump yang membatalkan ancaman pengenaan tarif dagang pada Eropa terkait Greenland, memberikan sentimen positif pada pasar. Pelaku pasar lebih berani untuk mengambil risiko (risk-on) di pasar keuangan.

“Sikap Bank Indonesia yang ‘less dovish’ pada pertemuan Rapat Dewan Gubernur BI Rabu kemarin juga mendukung rupiah,” ucap Lukman. BI masih mempertahankan suku bunga di level 4,75 persen.

Namun isu seputar independensi BI dan defisit fiskal masih akan membayangi penguatan rupiah. Artinya, rupiah kemungkinan akan menguat namun terbatas.

Lukman Leong memperkirakan pergerakan nilai tukar rupiah hari ini di kisaran Rp16.800-Rp16.950 per dolar AS. Penguatan rupiah saat ini, merupakan yang terbaik di antara mata uang lainnya di kawasan.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....