Geopolitik Memanas, IHSG Konsisten di Zona Hijau
- 09 Jan 2026 10:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) melanjutkan penguatannya hari ini, Jumat (9/1/2025). IHSG dibuka di level 8.969 atau naik 0,40 persen dibandingkan saat penutupan perdagangan Kamis kemarin di level 8.925.
IHSG ditutup turun namun disertai net buy (beli bersih) oleh investor asing sebesar Rp544 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBRI, RAJA, PTRO, ASII dan BUMI.
"Hari ini, IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikan jika kuat bertahan di support 8.900," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Jumat (9/1/2026). Sampai pukul 10.30 WIB, IHSG terpantau masih bergerak di area hijau.
Baca Juga: IHSG Tembus Level 9.000, Menkeu Purbaya Angkat Bicara
Baca Juga: Menkeu Purbaya: Defisit APBN Besar Demi Pertumbuhan Ekonomi
Level support IHSG hari ini diperkirakan bergerak di rentang 8.900-8.920. Sedangkan level resistansi diperkirakan bergerak di rentang 8.950-9.000.
Bursa saham global bergerak beragam pada Kamis kemarin. Bursa saham di kawasan Asia mayoritas melemah, sedangkan bursa saham Wall Street di Amerika Serikat, ditutup bervariasi.
Indeks Dow Jones naik 0,55 persen, Nasdaq turun 0,44 persen dan S&P 500 sedikit menguat 0,01 persen. "Pergerakan tersebut disebabkan investor mulai melakukan rotasi keluar dari saham teknologi,"ucap Fanny.
Para investor meninggalkan saham-saham besar seperti Nvidia dan Oracle, masing-masing sekitar 2 persen dan 1 persen. Saham Apple, produsen iPhone, mencatatkan hari ketujuh berturut-turut dalam tren penurunan.
Menurut Fanny, salah satu sentimen positif pada sesi perdagangan datang dari sektor pertahanan yang menguat. Penguatan terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengusulkan anggaran pertahanan sebesar USD 1,5 triliun untuk 2027.
"Anggarannya naik signifikan dari USD 901 miliar yang telah disetujui untuk 2026," ujar Fanny. Di sisi lain, pada sesi sebelumnya, indeks utama sempat ditutup merah setelah menyentuh rekor tertinggi.
Indeks tertekan oleh turunnya harga minyak mentah akibat rencana pasokan tambahan dari Venezuela ke AS. Rencana itu memicu kekhawatiran terhadap kelebihan pasokan energi.
Sementara itu, bursa saham di kawasan Asia mayoritas melemah pas Kamis kemarin dipicu perkembangan sengketa Tiongkok dan Jepang. Di Asia, pasar mencermati langkah Tiongkok yang memulai penyelidikan anti dumping bahan baku utama pembuat chip dari Jepang.
"Langkah itu menambah panas perselisihan antara kedua negara tersebut," kata Fanny. Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 1,63 persen, Hang Seng Hong Kong turun 1,17 persen, dan CSI 300 Tiongkok turun 0,82 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....