IHSG Dibuka Naik di Tengah Risiko Tensi Geopolitik

  • 05 Jan 2026 10:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibukan di zona hijau dalam perdagangan hari ini. Dari RTI Business terpantau IHSG dibuka naik ke level 8.769,95 dibandingkan saat penutupan akhir pekan di level 8.748.

Kenaikan IHSG akhir pekan kemarin, disertai net buy (beli bersih) saham oleh investor asing sebesar Rp1,14 triliun. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BUMI, BRMS, GOTO, MBMA, dan PNLF.

Tim Analis BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan hari ini. "Jika IHSG menembus level resistansi 8.750," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Senin (5/1/2026).

Baca Juga:

IHSG Ditutup Melesat ke Level 8.748

Rupiah Melemah Tertekan Tensi Geopolitik dan Risalah Fed

Fanny memperkirakan level support IHSG akan bergerak di rentang 8.500-8.660. Sedangkan level resistansi aman bergerak di rentang 8.820-8.850.

Agresi Amerika Serikat ke Venezuela akan menjadi fokus perhatian para investor global. "IHSG berisiko terimbas sentimen negatif jika terjadi tekanan jual terhadap investor asing," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas.

Tensi geopolitik dapat menyebabkan investor menghindari aset berisiko. Mereka kemungkinan akan berlatih ke instrumen investasi yang lebih aman seperti mata uang dolar AS atau emas.

Tensi geopolitik yang dipicu agresi AS juga berisiko memicu kenaikan harga minyak mentah. Kenaikan harga emas dan minyak mentah akan mendorong kenaikan harga saham sektor energi dan saham komoditi terkait.

"Di sisi lain, para investor juga akan mencermati sejumlah data ekonomi AS. Seperti data tenaga kerja, manufaktur dan Michigan consumer confidence (indeks kepercayaan konsumen)," ucap Tim Phintraco.

Di dalam negeri, Badan Pusat Statistik hari ini juga akan merilis sejumlah data ekonomi terbaru. Yakni data perkembangan inflasi, ekspor-impor dan data perkembangan neraca perdagangan Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....