BEI Catat Kinerja Positif Pasar Modal Tahun 2025

  • 31 Des 2025 23:46 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Pasar Modal Indonesia membuktikan daya tahannya di tengah gejolak global dan domestik sepanjang tahun 2025. Pasar modal mampu bangkit, menjaga stabilitas, dengan capaian kinerja yang positif bahkan melampaui target.

"Capaian positif tercermin dari meningkatnya minat dan partisipasi masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia. Dari total 20,3 juta investo, rata-rata yang aktif bertransaksi mencapai lebih dari 901 ribu investor per bulan," kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman dalam konferensi pers akhir tahun BEI, Selasa (30/12/2025).

Menurutnya, porsi transaksi investor ritel masih mendominasi sebesar 49,9 persen. Sedangkan porai transaksi investor institusi asing mencapai lebih dari 36,3 persen dari total rata-rata nilai transaksi harian.

Sepanjang tahun 2025, terjadi pencatatan 26 saham baru dengan total fund-raised IPO saham mencapai Rp18,1 triliun. Dengan demikian, total perusahaan tercatat saham sampai Desember 2025;mencapai 956 perusahaan.

Baca Juga:

Cerita Menkeu Purbaya Jelang Tutup Tahun, APBN Terkendali

Pulang Liburan Luar Negeri, Cermati Aturan Barang Bawaan

Adapun pencatatan efek baru lainnya meliputi 181 emisi obligasi dan sukuk. Selain itu ada 3 Exchange-Traded Fund (ETF), 1 Efek Beragun Aset (EBA), serta 647 waran terstrukur.

"Jumlah perusahaan tercatat saham di tahun 2025 menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Namun dari sisi jumlah penghimpunan dana dari saham mengalami peningkatan sebesar 26,6 persen," ujar Iman.

Jumlah pencatatan saham baru di BEI menempati peringkat ke-11 di dunia dari sisi jumlah IPO. Ini berdasarkan data dari EY Global IPO Trends pada triwulan III 2025,

Sementara itu, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cukup dinamis sepanjang tahun 2025. IHSG tercatat mencapai level tertinggi sepanjang masa sebanyak 24 kali sepanjang tahun ini.

Kapiltalisasi pasar juga mencapai rekor tertinggi, jumlahnya sebesar Rp16 ribu triliun. Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) mencapai Rp18,06 triliun.

"Data tersebut diikuti dengan volume transaksi harian sebesar 30,27 miliar lembar saham. Serta frekuensi transaksi harian mencapai 1,78 juta kali transaksi," ucap Iman.

Di Bursa Karbon, telah tercatat seb 2,89 juta ton CO2 ekuivalen unit karbon dari 9 proyek. Total nilai transaksinya mencapai Rp30,12 miliar.

Untuk tahun 2026, BEI telah menetapkan sejumlah target pencapaian, yaitu pertumbuhan jumlah investor sebanyak 2 juta investor baru. Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) sebesar Rp15 triliun per hari.

"Target total jumlah pencatatan efek baru di pasar modal sebanyak 555 efek baru. Meliputi efek saham, obligasi/sukuk, efek dan efek lainnya yang diharapkan makin memperkuat pasar modal di tahun depan," kata Iman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....