BEI Tutup Perdagangan Tahun 2025 dengan Optimisme
- 31 Des 2025 02:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan tahun 2025 dengan optimisme menyambut tahun 2026. Meskipun tahun depan masih akan menjadi tahun yang penuh tantangan dari sisi global maupun domestik.
"Memasuki tahun 2026, terdapat sejumlah peluang yang dapat kita manfaatkan. Sekaligus tantangan yang harus kita antisipasi," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djajadi, pada Penutupan Perdagangan BEI 2025 di Main Hall, Gedung BEI, Selasa (30/12/2025).
Baca Juga:
IHSG Ditutup Menguat di Hari Terakhir Perdagangan 2025
Penguatan Rupiah Berlanjut ke Posisi Rp16.771/Dolar AS
Menurut dia, secara global volatilitas pasar modal akan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, diantaranya perkembangan suku bunga global. Serta dinamika harga komoditas dan kondisi geopolitik.
"Namun, fundamental ekonomi Indonesia akan tetap kuat dan terjaga. Sehingga ada ruang yang memadai untuk memperkuat kinerja pasar secara berkelanjutan," ujar Inarno.
Untuk itu, OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) telah menetapkan prioritas pengembangan pasar modal di tahun 2026. SRO terdiri BEI, Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Prioritas tahun depan, kata Inarno, menjalin kolaborasi dengan institusi terkait seperti Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia. "Kemudian, melakukan pendalaman pasar, meningkatkan integritas pasar modal, penguatan kelembagaan pelaku usaha jasa keuangan, serta meningkatkan keamanan siber," ucapnya.
Sebagai pengawas pasar modal, Inarno mengimbau para pemangku kepentingan pasar modal untuk menjaga sinergi yang baik antara regulator dan pelaku industri. "Sehingga kita bisa membangun pasar modal yang inklusif, berkelanjutan dan tangguh menghadapi segala tantangan," kata dia.
Inarno juga menegaskan bahwa pasar modal Indonesia telah membuktikan daya tahannya dalam menghadapi gejolak global sepanjang tahun 2025. Daya saing pasar modal Indonesia juga dinilai menguat dengan berbagai inovasi untuk memperdalam pasar.
Salah satu pasar modal di tahun 2025 ini adalah kapitalisasi pasar yang menembus Rp15.810 triliun. Sehingga rasionya terhadap Produk Domestik Bruto atau PDB sudah mencapai 71,41 persen.
Penghimpunan dana di pasar modal sepanjang tahun ini mencapai Rp268,14 triliun. "Capaian ini telah melampaui target di tahun 2025 yang kami tetapkan, yaitu sebesar Rp220 triliun," kata Inarno menutup keterangannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....