Pasar Ambil Posisi Menunggu, Pelemahan Rupiah Berlanjut

  • 16 Des 2025 11:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Selasa (16/12/2025). Menurut Bloomberg pada pukul 11.00 WIB, rupiah turun 0,16 persen ke posisi Rp16.694 per dolar AS.

Sebelumnya rupiah terus melanjutkan pelemahan pada penutupan perdagangan Senin (15/12/2025) kemarin. Posisi rupiah juga melemah pada posisi Rp16.667 per dolar AS.

Meski begitu, rupiah memiliki peluang menguat meski terbatas. "Rupiah diperkirakan masih akan berkonsolidasi dengan potensi menguat terbatas terhadap dolar AS," kata analis pasar uang, Lukman Leong.

Baca juga: IHSG Diperkirakan Bergerak Stagnan Meski Dibuka Menguat

Baca juga: Penutupan Perdagangan, Rupiah Berbalik Merosot terhadap Dolar AS

Menurut dia, rupiah berpeluang menguat karena dolar AS sedikit tertekan. Posisi mata uang AS itu pada Selasa (16/12/2025) berada di bawah 100, tepatnya 98,28.

"USD melemah setelah rilis data manufaktur AS yang lebih lemah," ucap Lukman. Indeks manufaktur AS tercatat terkontraksi hingga minus 3,9 atau jauh lebih rendah dari perkiraan sebesar 10.

Pelaku pasar juga cenderung bersikap wait and see menantikan data penting pekerjaan nonpertanian (NFP) di AS. Pasar memperkirakan non-farm payroll melemah dengan penambahan 25 ribu pekerjaan, lebih rendah dari sebelumnya di atas 100 ribu.

Sedangkan di dalam negeri, pasar juga menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang akan dirilis Rabu (17/12/2025). Rapat tersebut akan mengumumkan kebijakan suku bunga atau BI Rate untuk Desember 2025.

Pada November lalu, BI masih mempertahankan BI Rate pada level 4,75 persen. Melihat ekspektasi pasar, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.600-16.700 per dolar AS pada Selasa (16/12/2025).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....