Emas Perhiasan Kembali Picu Inflasi November 2025

  • 01 Des 2025 15:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi bulanan per November 2025 sebesar 0,17 persen. Ini berarti turun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,28 persen.

Sementara itu inflasi tahunan (year on year/yoy) per November 2027 mencapai 2,72 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender (Januari-November) 2025 sebesar 2,17 persen.

Indeks Harga Konsumen (IHK) pada November 2025 mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya. Yaitu dari 109,04 pada Oktober 2025 menjadi 109,22 pada bulan berikutnya.

Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi terbesar adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan nilai 1,21 persen. Sedangkan andil inflasinya tercatat sebesar 0,09 persen.

Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok ini adalah emas dan perhiasan. "Komoditas ini memberi andil inflasi 0,08 persen," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, Senin (1/12/2025).

Baca juga: Mendagri: Inflasi Oktober 2025 Masih Terkendali

Baca juga: Inflasi Oktober 0,28 Persen, Dipicu Harga Emas Perhiasan

Menurut dia, komoditas emas dan perhiasan telah mengalami inflasi selama 27 bulan berturut-turut. "Inflasi emas perhiasan bulan ini 3,99 persen dengan kontribusi 0,08 persen, lebih rendah dibandingkan Oktober 2025," ucapnya.

Komoditas lainnya yang memberikan andil inflasi adalah tarif angkutan udara, bawang merah, ikan segar dan wortel. Secara historis, berdasarkan data BPS, pada 2021—2025 kelompok transportasi selalu mengalami inflasi setiap November.

Penyumbang utama inflasi dari kelompok transportasi adalah tarif angkutan udara dengan sebesar 6,02 persen dengan andil 0,04 persen. BPS juga mencatat tarif angkutan udara umumnya mengalami kenaikan tarif dari Oktober hingga November.

"Kenaikan tarif angkutan udara akan terjadi sampai Desember setiap tahunnya, kecuali pada 2022 dan 2024," ujar Pudji. Di sisi lain, komoditas yang berkontribusi pada deflasi adalah daging dan telur ayam ras, beras, serta cabe merah.

Pada November 2025, sebanyak 28 provinsi mengalami inflasi dan 10 provinsi mengalami deflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Provinsi Papua sebesar 1,69 persen, sedangkan deflasi terendah terjadi di Provinsi Aceh sebesar minus 0,67 persen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....