IHSG Diperkirakan 'Rebound' Awal Pekan Ini

  • 24 Nov 2025 06:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menguat awal pekan ini. Setelah pada akhir pekan kemarin IHSG ditutup turun 0,07 persen ke level 8.414.

Penurunan IHSG disertai net sell asing (jual bersih) saham oleh investor asing sebesar Rp232 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BUMI, ADRO, BBRI, dan ANTM.

"IHSG berpotensi rebound (berbalik menguat) hari ini, seiring dengan penguatan bursa di Amerika Serikat," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam analisisnya Senin (24/11/2025). IHSG diperkirakan bergerak di level support 8.360-8400, dan level resistansi di 8.460-8.500.

Baca Juga: Penutupan Perdagangan, IHSG Terkoreksi ke Level 8.414

Fanny menyebutkan, akhir pekan kemarin bursa saham di AS (Wall Street) rally. Hal itu terjadi setelah para trader meningkatkan spekulasi tentang penurunan suku bunga The Fed pada bulan Desember mendatang.

"Presiden the Fed New York, John Williams mengatakan, the Fed masih dapat memangkas suku bunga 'dalam waktu dekat'. Pemangkasan dapat dilakukan tanpa membahayakan target inflasinya," kata Fanny mengutip ucapan Williams.

Baca Juga: Program Diskon Tiket Transportasi Nataru Sudah Bisa Diakses

Indeks S&P 500 naik 0,98 persen, Nasdaq Composite menguat 0,88 persen, dan Dow Jones Industrial Average meningkat 1,08 persen. Menurut Fanny, saham-saham telah melesat dalam dua sesi terakhir.

"Ini mencerminkan peningkatan kecemasan investor atas valuasi yang sangat tinggi di sektor teknologi. Serta atas apa yang mungkin terjadi pada pertemuan the Fed pada bulan Desember," ujarnya.

Sementara itu di Asia Pasifik, bursa saham kompak menurun pada akhir pekan kemarin. Para investor mengurangi eksposur risiko setelah data tenaga kerja AS gagal memberikan kejelasan arah kebijakan the Fed.

Indeks Nikkei 225 Jepang merosot 2,40 persen, Hang Seng Hong Kong anjlok 2,38 persen. CSI 300 Tiongkok turun 2,44 persen dan Taiex Taiwan menurun 3,61 persen.

Indeks Kospi Korea Selatan anjlok 3,79 persen dan ASX 200 Australia melemah 1,59 persen. Korea Selatan menjadi salah satu pasar yang paling terkoreksi.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....