Analisis Harga Emas Pekan Ini, Masih Belum Stabil

  • 17 Nov 2025 16:01 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Harga emas dunia dan logam mulia dalam negeri pada Senin (17/11/2025) ini masih berfluktuatif. Fluktuasi harga ini diperkirakan masih akan terjadi hingga sepekan ke depan.

Awal pekan ini, menurut Bloomberg, harga emas dunia bergerak di posisi USD4.093 per troi ons. Ini berarti mengalami kenaikan setelah akhir pekan sebelum turun ke posisi USD4.079 per troi ons.

Harga logam mulia juga naik menjadi Rp2.351.000 per gram. Sedangkan akhir pekan kemarin, harga emas Antam ditutup pada posisi Rp2.348.000 per gram.

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan harga emas dunia akan turun ke posisi USD3.900 per troi ons pekan ini. Sedangkan harga logam mulia Antam diperkirakan berada di level Rp2.298.000 per gram.

"Jika harga emas dunia naik, diperkirakan mencapai USD4.243 per troi ons," katanya. Sedangkan harga logam mulia Antam diperkirakan menjadi Rp2.438.000 per gram.

Menurut dia, ada dua faktor yang dapat memicu penurunan harga emas pada pekan ini. "Masih tertundanya data-data ekonomi AS akibat shutdown yang baru dibuka kembali Senin (24/11/2025) setelah RUU pendanaan disahkan," ujarnya.

Faktor lainnya adalah pernyataan para pejabat bank sentral AS terkait kemungkinan pemangkasan suku bunga pada Desember 2025. Karena rilis tingkat inflasi dan pengangguran masih tertunda, pembahasan suku bunga dianggap terlalu dini.

"Ekspektasi para ekonom AS, 50 persen mendukung penurunan suku bunga," ucap Ibrahim. Di sisi lain, dia juga menyebutkan sejumlah faktor yang dapat memicu kenaikan harga emas dunia.

"Yang dominan adalah konflik geopolitik yang diperkirakan makin memanas," katanya. Menurut dia, Iran menyatakan telah menyita kapal tanker AS karena dianggap telah melanggar hukum di perairan Teluk.

Situasi tersebut bisa memicu bara api konflik antara AS dan Iran. Situasi panas juga masih mewarnai konflik antara Rusia dan Ukraina yang masih saling serang.

Ukraina mulai menggunakan rudal jelajah bantuan NATO dan menyasar kilang-kilang minyak Rusia. Akibatnya Moskow harus menghentikan satu kilangnya yang memasok dua persen pasokan minyak global.

Di AS, pemerintahan Donald Trump terancam harus membayar kembali bea masuk USD2 triliun dari kebijakan tarifnya. Ini jika putusan Mahkamah Agung menyatakan kebijakan tarif yang menggunakan undang-undang darurat adalah inkonstitusional.

Sementara itu, Trump sudah mencabut kebijakan tarif terhadap 200 produk makanan. Ini karena kebijakan tersebut membuat harga-harga pangan di AS bertambah mahal.

Ibrahim menambahkan berkurangnya pasokan logam mulia juga menyebabkan harga emas Antam mengalami kenaikan. Penyebabnya karena terhentinya penambangan di Freeport yang menjadi penyuplai emas utama ke Antam.

"Freeport kemungkinan baru beroperasi lagi pada April 2026," ujarnya. Padahal, lanjut Ibrahim, permintaan logam mulia Antam terus meningkat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....